Ada buku yang sejak awal sudah kita tunggu, lalu entah kenapa… justru terlupakan.
Timun dan Jelita Part 2 adalah salah satunya.
Beberapa kali masuk Gramedia, mataku selalu tertuju pada sampulnya. Gitar berwarna pink itu mencolok. Seolah memanggil, tapi selalu berhasil kuabaikan. Entah karena belum waktunya, atau karena aku sedang sibuk dengan bacaan lain.
Sampai suatu hari, saat aku masih larut membaca buku lain, novel ini tiba-tiba sudah terpajang rapi di Gramedia Plaza Balikpapan dan Gramedia MT Haryono.
Dan seperti biasa, muncul dialog batin yang klasik: Beli nggak ya?
Niatnya menunda. Tapi tangan ini terlalu cepat mengambil. Aku menyerah.
