Timun dan Jelita (Part 2): Tertawa, Bertahan, dan Mimpi yang Hampir Menyerah

Ulasan novel Timun dan Jelita Part 2, kisah band yang hampir menyerah, tawa yang menyembuhkan, dan mimpi yang diuji lewat perjalanan hidup para tokohnya.

Ada buku yang sejak awal sudah kita tunggu, lalu entah kenapa… justru terlupakan.

Timun dan Jelita Part 2 adalah salah satunya.

Beberapa kali masuk Gramedia, mataku selalu tertuju pada sampulnya. Gitar berwarna pink itu mencolok. Seolah memanggil, tapi selalu berhasil kuabaikan. Entah karena belum waktunya, atau karena aku sedang sibuk dengan bacaan lain.

Sampai suatu hari, saat aku masih larut membaca buku lain, novel ini tiba-tiba sudah terpajang rapi di Gramedia Plaza Balikpapan dan Gramedia MT Haryono.

Dan seperti biasa, muncul dialog batin yang klasik: Beli nggak ya?

Niatnya menunda. Tapi tangan ini terlalu cepat mengambil. Aku menyerah.

Lanjutkan membaca “Timun dan Jelita (Part 2): Tertawa, Bertahan, dan Mimpi yang Hampir Menyerah”

Review Buku : Ubur-Ubur Lembur 

Suatu hari, saya ingin membaca buku yang isinya ringan. Sejenis novel, tapi tidak mau yang membuat baper😐. Saya intip rak buku, dan baru saya ingat kalau belum lama ini novel-novel pindah ke rumah adik ipar.

Ditengah kehausan baca, saya teringat kalau dulu ngefans berat sama tulisannya Raditya Dika. Jadi saya mencari karya terbarunya di ebook. Yups, saya butuh segera membaca. Ditambah lagi, saat ini memegang buku dengan tenang sedikit susah. Karena Cinta penasaran. Terus kalau di smartphone? Sama saja sih. Karena bacanya ketika Cinta sudah tertidur. Hanya saya gk takut bukunya bakal dirobek atau disiram air 😹.

Tinjauan suka-suka kali ini asli suka-suka. Jadi mendingangk usah diterusin baca sih. Dari pada nanti pengin gaplok saya pake sapu 🤕

Lanjutkan membaca “Review Buku : Ubur-Ubur Lembur “