Di Antara Kopi yang Dingin dan Percakapan yang Tak Ingin Dimulai

Refleksi ringan tentang menjadi introvert di dunia yang ramai: kopi yang terlupa, telepon yang tak diangkat, dan keinginan kecil untuk tetap punya ruang sunyi sendiri.

Sebagai perempuan yang sering mengaku dirinya introvert, aku cukup sering berhadapan dengan aktivitas yang membuat napas harus ditarik lebih dalam dari biasanya.

Beberapa waktu lalu, aku mengiklankan sebuah kegiatan komunitas melalui WhatsApp Business milikku. Awalnya kukira semua akan berjalan biasa saja. Sampai aku baru sadar—terlambat—bahwa iklan itu ternyata terhubung dengan akun Facebook pribadiku.

Dan begitulah.

Nomor pribadiku mulai ramai.

Kadang bukan kopinya yang melelahkan,
melainkan percakapan yang tak ingin dimulai.
Lanjutkan membaca “Di Antara Kopi yang Dingin dan Percakapan yang Tak Ingin Dimulai”

Beradaptasi

Pernah suatu waktu aku melihat sebuah konten, dimana sang suami sengaja mengendurkan bohlam lampu di rumah, mencabut selang gas elpiji, dan menghabiskan isi air galon dispenser. Tujuannya sebenarnya sederhana, agar istrinya yang sedang mengambek, mau menegur suaminya untuk minta bantuan. Karena kebanyakan para suami, sebenarnya juga tidak tahan diam-diaman dengan istrinya.

Lanjutkan membaca “Beradaptasi”

NHW #2 Martikulasi IIP Batch 6 : CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN

Teroret roreeetttt…

Ngeblog kali ini jantung rasanya lompat-lompat, isi perutpun ikutan joget-joget. Yups, kali ini saya akan kembali menyelesaikan Nice Home Work (NHW) #2. Dibilang susah, kayaknya gak juga, cuma yaa gitu sih. *labil*. Akankah saya mampu menyelesaikan tantangan-tantangan pada setiap NHW? *doakan saya yaaaaa* *pasang ikat kepala*

NHW #2, membahas indikator Profesionalisme Perempuan. Berikut pengantar tugasnya.

Lanjutkan membaca “NHW #2 Martikulasi IIP Batch 6 : CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”