Bulan (Unedited Version) – Tere Liye, Jalan-Jalan ke Matahari

Bulan, buku kedua dari seri Bumi karya Tere Liye. Setelah berbulan-bulan tidak bertemu dengan Miss Keriting alias Miss Selena, Ra, Sely dan Ali mulai uring-uringan. Mereka bertanya-tanya, apa saja yang sedang dilakukan Miss Selena, Ilo, Av dan yang lain. Ali bahkan meminta Ra dan Sely membuat sedikit keributan agar orang-orang klan Bulan datang mengunjungi mereka. 

Lanjutkan membaca “Bulan (Unedited Version) – Tere Liye, Jalan-Jalan ke Matahari”

Bumi (Unedited Version) – Tere Liye, Ada Banyak Kehidupan Lain

Bumi, tempat hidup manusia. Tempat di mana banyak orang menggantungkan hidupnya. Tapi bagaimana kalau ternyata bukan hanya bumi yang menjadi sumber kehidupan. Bagaimana kalau ternyata ada makhluk lain selain manusia yang hidup. Berdampingan tapi tidak saling mengenal atau mengetahui keberadaan masing-masing. 

Seperti biasa, disclaimer dulu. Tulisan ini isinya bocoran. Yang suka penasaran, lebih baik langsung baca bukunya, hehe. 

Serial pertama Bumi, ditulis oleh Tere Liye di tahun 2018. Dan aku baru baca di tahun 2024. *sungkem*

Sampul Ebook Bumi – Tere Liye, buku seri pertama
Lanjutkan membaca “Bumi (Unedited Version) – Tere Liye, Ada Banyak Kehidupan Lain”

Review Pemakaian Kindle

Kindle adalah salah satu merek e-reader yang dikembangkan perusahaan Amazon. Kindle dirancang khusus untuk membaca buku dalam bentuk digital. Di beberapa e-reader berbasis android, pengguna bisa menginstal aplikasi membaca. Di Kindle, pengguna hanya bisa membaca buku yang sudah dibeli di laman buku Amazon. Atau mengkonvert buku yang dibeli menjadi PDF. 

Saat memutuskan untuk membeli e-reader, ada banyak yang kupertimbangkan. Di antaranya, harga, keawetan, kemudahan saat penggunaan, kemudahan dalam berbelanja buku. Berminggu-minggu aku mencari reviewnya di youtube. Mana yang cocok dengan keinginanku. Kindle ataukah e-reader lain yang berbasis android.

Lanjutkan membaca “Review Pemakaian Kindle”

Review Teratai – Aqiladyna

Teratai. Seperti nama bunga ya. Tokoh dalam buku ini bernama Teratai Ayu Kencana. Kita akan diajak ke suasana adat jawa yang cukup kental. Aku sih merasa seperti di masa lalu. Entah apakah zaman sekarang masih ada tradisi abdi yang mengabdi setia pada juragannya. Mirip seperti keraton tapi kalau di novel ini adalah seorang juragan saja. 

Teratai hidup selalu dengan kesulitan. Ibunya dituduh menjadi seorang pengkhianat. Ibunya dulu adalah seorang abdi di rumah juragan reksa. Saat juragan reksa kecil, ibunya menghilang. Pergi entah kemana. Ibu teratai adalah orang kepercayaannya. Sebenarnya ibu Teratai juga tidak tahu, kemana ndoronya pergi. Tapi ia tidak mau dituduh sebagai pengkhianat. Maka hukumannya ia diusir dan dikucilkan warga. Sehari-hari Teratai dan ibunya akan mencari bahan makanan di hutan. Terkadang mereka menjadi buruh di pasar. Sayangnya orang-orang di pasar juga tidak banyak mau membantu. Mereka terlalu takut pada sang juragan.

Cover ebook Teratai di ereader
Lanjutkan membaca “Review Teratai – Aqiladyna”

Bagaimana 2023 mu?

2024 tinggal menghitung hari. Ini bisa kita manfaatkan untuk flashback. Kalau dirinci satu persatu sih, mungkin banyak banget yang belum tercapai. Tapi, mari kita fokus pada keberhasilannya. Yang belum tercapai, mari kita jadikan resolusi di 2024 nanti. Ha-ha.

Aku tidak pernah menyangka bisa membaca buku (ebook) baru sebanyak 12 buku. Artinya dalam satu tahun aku berhasil menyelesaikan 1 buku dalam 1 bulan. Itu buku baru saja. Tidak termasuk buku-buku lama yang sengaja aku baca ulang.

Lanjutkan membaca “Bagaimana 2023 mu?”

Review Gadis Kretek – Ratih Kumala

Gadis kretek. Pasti langsung ke inget mbak Dian Sastro kan? Jujur saja aku membeli ebook Gadis Kretek karena melihat postingan mbak Dian tentang serial Gadis Kretek di instagramnya. Aku melihat komentar salah satu followersnya yang berkata “Ini based on novel itu ya”.

Maka aku langsung mengecek apakah ada playbook. Omooo, ternyata ada. Ya udah, langsung check out tanpa ba bi bu be bo!

Lanjutkan membaca “Review Gadis Kretek – Ratih Kumala”

Review Sesuk – Tere Liye

Sesuk? Apakah ini bahasa jawa yang artinya besok? Mungkin saja. Saat melihat covernya di google playbook, jujur saja aku agak ngeri. Kenapa? Karena novel yang katanya bergenre horor ini menggambarkan orangtua dan anam kecil yang berdiri di atas tangga dengan mata berwarna merah.

Alhamdulillah di kindle, cover seperti itu gk muncul 😮‍💨. Males kan ya kalau buma perpustakaan, terus covernya terlihat seperti itu.

Sesuk. Misterius dan mendebarkan.
Lanjutkan membaca “Review Sesuk – Tere Liye”

Review Hello – Tere Liye

Ebook Hello – Tere Liye

Hello, it’s me

I was wondering if after all these years you’d like to meet

To go over everything

They say that time’s supposed to heal ya, but I ain’t done much healing

Hello, can you hear me?

I’m in California dreaming about who we used to be

When we were younger and free

I’ve forgotten how it felt before the world fell at our feet

There’s such a difference between us

And a million miles

Hehehe, jujur saja setiap membaca judul novel ini aku selalu terngiang sama lagunya mbak Adelle (duh, akrab). Dan karena lagu ini juga aku berasumsi kalau novel ini akan bercerita sedih. Kisah seseorang yang masih mencinta tapi terpisahkan.

Lanjutkan membaca “Review Hello – Tere Liye”

Review Nokia Essential True Wireless Earphone E3100

Nokia Essential True Wireless Earphone E3100

Siapa yang masih suka mendengarkan musik dengan earphone? Saat ini earphone tidak hanya digunakan untuk mendengarkan audio dari smartphone. Karena seringnya melakukan kegiatan online seperti meeting, maka earphone menjadi alat yang sangat dibutuhkan.

Sejak muncul earphone bluetooth, tentu saja aku memilih yang tanpa kabel. Tidak perlu repot ataupun kesal karena kabel yang terlilit 🥹. Sayangnya harga earphone yang merknya sama dengan smartphoneku akan menguras banyak tabungan. Banyak alasan yang membuatku mencoret untuk membeli earphone semerek. Aku pilih yang murah dan biasa-biasa sajalah.

Lanjutkan membaca “Review Nokia Essential True Wireless Earphone E3100”

Jujube Be Spendy Black Out

Di zaman yang serba digital saat ini, banyak orang tadinya selalu membawa dompet kemana-mana, memilih hanya membawa kartu saja. Yups, pembayaran digital sekarang hampir di semua tempat tersedia. Bahkan dengan menggunakan smartphone saja, kita bisa tarik tunai di atm tanpa menggunakan kartu atmnya. 

Bisa jadi kartu yang wajib dibawa hanya KTP dan SIM serta STNK saja. Aku sudah bertahun-tahun menggunakan dompet kartu. Karena uang kertas paling hanya beberapa lembar saja. Berjaga-jaga saat pembayaran di pasar tradisional atau membeli sesuatu yang harus menggunakan cash. Makanya aku selalu berharap kalau banyak pedagang atau pemiliki usaha mau menyediakan pembayaran secara digital. Karena sangat-sangat memudahkan untuk orang sepertiku.

Lanjutkan membaca “Jujube Be Spendy Black Out”