Kartu Provider

Sudah berapa lamakah kamu menggunakan nomer provider yang sama? Aku punya dua nomer, dengan provider yang berbeda. Yang satu sudah kugunakan sejak 11 tahun lalu. Dan nomer utama kugunakan sejak 10 tahun lalu. Lumayan lama ya. Tapi aku yakin orang-orang yang lahir di tahun yang sama denganku atau mungkin lebih lama, juga melakukan hal yang sama. Nomer cadangan malah yang lebih lama ya. Ha-ha. Karena nomer itu diberikan oleh relasiku. Nomernya cantik, unik dan terbatas. Hanya 10 digit saja. Providernya sih bagus-bagus saja. Namun, aku sering mendapatkan kendala saat harus berhubungan dengan costumer servicenya, kadang sinyal juga sih *eh*.

Lanjutkan membaca “Kartu Provider”

Hansdonuts, Donat Terbaik Se-Balikpapan

Kalau ngomongin cemilan, donat bisa jadi favorit hampir semua orang. Zaman aku kecil, donat seperti J-Co atau pun Dunkin Donuts sangat langka. Aku bisa menikmati Dunkin Donuts hanya saat bapak atau teman-temannya bertugas ke Jakarta. Donat tersebut dijadikan salahsatu oleh-oleh yang dibagikan. Meski hanya 1 atau dua yang diberi, wah rasanya bahagia sekali.

Berbeda dengan donat kampung atau donat kentang. Meski mudah ditemui, rasanya juga berbeda-beda. Namanya juga beda tangan yang buat ya. Kayaknya, zaman aku kecil donat gula udah cukup aman deh. Mau enak atau enak banget, ya toping gula yang jadi pilihan pertama. Kenapa? Karena tidak semua penjual mau menggunakan meses merk Ceres. 😅😂

Lanjutkan membaca “Hansdonuts, Donat Terbaik Se-Balikpapan”

Anak Sakit? Aku Saja Deh!

Anak sakit, aku saja deh! Yakin deh banyak ibu yang sedih melihat anaknya sakit. Inginnya ibu saja yang merasakan. Karena biasanya saat anak-anak sakit, mereka tidak menyampaikan dengan baik yang mereka rasakan. Ini Kebanyakan akan memilih diam saja. Kalaupun ada keluhan, tidak jelas apa yang ingin disampaikan. Ini terutama terjadi pada anak-anak yang usianya di bawah 5 tahun.

Lanjutkan membaca “Anak Sakit? Aku Saja Deh!”

Pesan Singkat Bapak

Saat kecil, aku yakin tak ada anak-anak yang berpikir akan berpisah dari orang tuanya. Tentu saja, bagi kita saat masa kanak-kanak, orang tua adalah dunia kita. Tanpa orang tua, dunia kita serasa hancur dan hampa. 

Namun, saat beranjak remaja banyak anak juga merasa jengah dengan orang tuanya. Entah merasa dimusuhi, tidak dimengerti, selalu disalahkan dan masih banyak lagi. Pokoknya anak dan remaja seperti dipisahkan jurang yang dalam lalu diberi benteng yang sangat tinggi. 

Apakah kamu juga merasa seperti itu? Atau hanya aku saja? 😅

Lanjutkan membaca “Pesan Singkat Bapak”

Kembali Mempersiapkan Diri Bersama Ibu Profesional

Perkuliahan di Ibu Profesional akan kembali dimulai. Salah satunya adalah perkuliahan di Bunda Produktif. Teman-teman yang sudah menjadi kupu-kupu cantik, siap bermigrasi ke kota. 

Sebagai warga kota, tentu saja aku antusias menunggu kedatangan mereka. Pasti perkuliahan kali ini akan lebih seru lagi. Yups, di setiap batch selalu ada pembaharuan, yang kadang bikin alumninya “iiihhhh, kok seru siiihhhh”

Lanjutkan membaca “Kembali Mempersiapkan Diri Bersama Ibu Profesional”

Takut

Pernah merasa takut? Aku rasa semua orang pasti pernah merasakannya. Lalu bagaimana cara menghadapi ketakutan itu. Proses menghadapi rasa takut setiap orang, tentu saja berbeda-beda. 

Delapan tahun lalu, aku pernah merasa takut akan sesuatu yang belum pasti terjadi. Memiliki anak. Saat itu, aku yang sudah sering bertemu dengan para ibu, memutuskan untuk banyak membaca buku pengasuhan. Aku hanya ingin bersiap sebelum nanti menikah, hamil dan punya anak. Tahu apa yang terjadi setelah aku selesai membaca satu buku? Aku menangis sejadi-jadinya.

Lanjutkan membaca “Takut”

Aku dan Secangkir Kopi

Seteguk kopi, beberapa tahun silam tak kan pernah berhasil melewati tenggorokanku. Sakit kepala, jantung yang berdebar kencang dan sulit tidur adalah salah satu penyebab aku menghindarinya. 

Namun sekarang sungguh bertolak belakang. Aku bukan pencinta kopi. Tapi kopi ternyata mampu mengajakku menyepi sejenak, di tengah keriuhan anak-anak.

Lanjutkan membaca “Aku dan Secangkir Kopi”

Pengalaman (Yang Mungkin) Menyeramkan

“Mah, kenapa sih mama carikan Cinta sekolah yang dekat kuburan. Kan serem?” kata Cinta suatu pagi.

“Dekat? Masa sih? Perasaan mama jauh deh. Lagi pula, kita bisa gk lewat kuburan kok,” jawabku.

“Iya mah, tapi tetap aja seram, karena Cinta lihat,” kata Cinta lagi.

“Eh, tapi kan rumah kita juga dekat kuburan. Malah lebih dekat lagi dari pada sekolah kita,” kataku mengingatkan.

“Iya tapi gak keliatan ma. Kalau sekolah beda,” Cinta masih bersikeras.

“Kan sekolah juga gak keliatan,” kataku lagi.

“Pokoknya beda. Cinta gak paham kenapa mama suka banget sama daerah sekolah Cinta. Dekat kuburan, dikelilingi hutan, sepi, kalau berangkat sekolah pagi udaranya dingin. Mana kadang masih ada kabutnya,” cerocosnya.

Lanjutkan membaca “Pengalaman (Yang Mungkin) Menyeramkan”

Penggunaan Bahasa Sehari-Hari

Sebagai orang yang besar dan lahir di Balikpapan, aku termasuk orang yang hanya bisa bahasa Indonesia. Padahal, sejak sekolah teman-temanku banyak yang berasal dari suku jawa, madura, bugis dan banjar. Suku-suku yang memang mudah ditemui di kota minyak ini. 

Namun, kebanyakan teman-teman sekolahkupun menggunakan bahasa Indonesia. Yang masih kental berbahasa daerah, hanya orang tua mereka. Teman-temankupun, akan berbahasa daerah, saat diajak ngobrol orang tuanya.

Lanjutkan membaca “Penggunaan Bahasa Sehari-Hari”

Posisi Bayi Sungsang? Lakukan Ini

Ada banyak sekali yang sering diungkapkan ketika mendengar posisi janin di dalam rahim sungsang. Hal ini membuat banyak ibu hamil jadi makin ketakutan dengan persalinannya nanti. Apa sih sungsang itu? Janin dinyatakan sungsang apabila posisinya di dalam rahim dengan posisi kepala di atas atau melintang. Karena biasanya pada persalinan normal, kepala bayilah yang keluar duluan. Sedangkan jika posisinya sungsang maka pantat atau kaki si Kecil yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala. Hal ini dapat di diagnosis oleh bidan atau dokter kandungan melalui bantuan USG.

Lanjutkan membaca “Posisi Bayi Sungsang? Lakukan Ini”