Air oh Air

Belakangan suhu di Balikpapan dan sekitarnya sangat panas. Matahari tampak ada 5, padahal hanya 4. Eh, apa sih! 

Musim kemarau atau hujan, tampaknya kurang berlaku di sini. Jika di pulau Jawa, musim hujan akan hujan terus atau sebaliknya, di Balikpapan dan sekitarnya belum tentu. Bisa jadi karena kami dekat dengan garis khatulistiwa. Di saat seperti ini, kesulitan air akan sering terjadi. Ya, sudah sejak lama pasokan air PDAM selalu mendapatkan kendala. Debit waduk kurang, atau kebocoran-kebocoran di beberapa titik kerap jadi alasan. Kadang capek sendiri mikir, apalagi sih yang rusak. Ha-ha. 

Lanjutkan membaca “Air oh Air”

Bintang – Tere Liye, Misi Penting Menyelamatkan Klan Permukaan

Bintang, judul buku keempat dari serial Bumi. Kali ini tiga sahabat kembali berpetualang ke klan Bintang. Mereka membawa misi penting setelah di buku sebelumnya menguak rahasia di klan Bintang. 

Raib, Sely dan Ali akhirnya mengetahui kalau para petinggi klan Bintang mau memusnahkan klan permukaan. Klan Bumi, klan Matahari dan klan Bulan. Jika Bintang yang kita lihat selama ini hidup di atas langit, klan Bintang malah sebaliknya. Mereka semua hidup di dalam perut Bumi. Hmmm, kok aneh. Ya namanya juga cerita gengs! 

Lanjutkan membaca “Bintang – Tere Liye, Misi Penting Menyelamatkan Klan Permukaan”

Narcissistic Personality Disorder – Moon Nina, Kisah Nyata Perjuangan Istri

Tidak ada satu orangpun yang ingin gagal, termasuk dalam pernikahan. Aku yakin, setiap pasangan pasti ingin menjalani pernikahannya dengan bahagia. Tapi bagaimana, kalau kebahagiaan itu hanya diusahakan oleh satu orang saja. Bagaimana kalau ternyata berjuang itu bukan bersama-sama, apakah pernikahan itu tetap bisa berakhir bahagia? 

Nina ibu dari empat anak yang masih kecil-kecil. Sejak awal pernikahan, Nina sudah merasa ada yang mengganjal. Namun ia selalu berusaha untuk melihat dari sudut pandang yang positif. 

Saat PO buku ini, berhadiah totebag dengan quote penyemangat.
Lanjutkan membaca “Narcissistic Personality Disorder – Moon Nina, Kisah Nyata Perjuangan Istri”

Matahari (unedited version) – Tere Liye, Gejolak Jiwa Muda

Gejolak masa muda memang menantang. Makanya tidak perlu heran, saat banyak anak muda melakukan hal-hal yang menantang. Buat kaum yang udah harus pakai retinol, tantangan anak-anak muda, remaja terutama, bikin elus dada. 

Nak, kami pernah muda. Udah deh yang gak usah neko-neko. Ha-ha. 

Salah satu contohnya, aku di saat usia 16 tahun akan biasa saja mengendarai kendaraan di kecepatan 40-60 km/jam. Kalau sekarang, sudah usia matang ditambah punya anak, kecepatan 40 km/jam itu sudah sangat menantang. Makanya anak-anak kerap kali membandingkan cara berkendaraanku dengan papahnya. Kok jauh sekali bedanya. 

Ya itu, faktor usia dan statusku yang menjadi seorang ibu. Ada banyak pertimbangan yang bukan untuk diriku sendiri. Betul gak ibu-ibu? 

Eh ini, mau ngomongin buku kan? *sungkem* 

Lanjutkan membaca “Matahari (unedited version) – Tere Liye, Gejolak Jiwa Muda”

Bulan (Unedited Version) – Tere Liye, Jalan-Jalan ke Matahari

Bulan, buku kedua dari seri Bumi karya Tere Liye. Setelah berbulan-bulan tidak bertemu dengan Miss Keriting alias Miss Selena, Ra, Sely dan Ali mulai uring-uringan. Mereka bertanya-tanya, apa saja yang sedang dilakukan Miss Selena, Ilo, Av dan yang lain. Ali bahkan meminta Ra dan Sely membuat sedikit keributan agar orang-orang klan Bulan datang mengunjungi mereka. 

Lanjutkan membaca “Bulan (Unedited Version) – Tere Liye, Jalan-Jalan ke Matahari”

Bumi (Unedited Version) – Tere Liye, Ada Banyak Kehidupan Lain

Bumi, tempat hidup manusia. Tempat di mana banyak orang menggantungkan hidupnya. Tapi bagaimana kalau ternyata bukan hanya bumi yang menjadi sumber kehidupan. Bagaimana kalau ternyata ada makhluk lain selain manusia yang hidup. Berdampingan tapi tidak saling mengenal atau mengetahui keberadaan masing-masing. 

Seperti biasa, disclaimer dulu. Tulisan ini isinya bocoran. Yang suka penasaran, lebih baik langsung baca bukunya, hehe. 

Serial pertama Bumi, ditulis oleh Tere Liye di tahun 2018. Dan aku baru baca di tahun 2024. *sungkem*

Sampul Ebook Bumi – Tere Liye, buku seri pertama
Lanjutkan membaca “Bumi (Unedited Version) – Tere Liye, Ada Banyak Kehidupan Lain”

Boleh Saya Duduk?

Kita tentu sudah sering melihat tanda khusus untuk ibu hamil, orangtua dan disabilitas. Di transportasi publik, kita tentu saja harus mengutamakan mereka. Tapi kalau diingat-ingat, norma kesopanan di budaya kita juga sudah membiasakan hal tersebut. 

Sebagai ibu penggendong, aku sering sekali diberikan kesempatan untuk menggunakan kursi khusus tanpa kuminta. Aku bersyukur sekali karena orang-orang yang aku temui peka. Meski sebenarnya aku tidak mempermasalahkan sama sekali ketika harus berdiri cukup lama. Jujur saja, duduk diam membuatku lebih mudah gelisah. Selain itu, ibu-ibu yang sering menggendong anaknya punya gerakan berayun yang selalu dilakukan tanpa sadar.

Lanjutkan membaca “Boleh Saya Duduk?”

Prompt Day 2 : I Love Flowers !

Tuliskan sedikit tentang tradisi keluarga favorit Anda.

Sebenarnya ini bukan tradisi yang dilakukan keluarga besarku. Tapi memberi bunga menjadi tradisi yang selalu dilakukan suamiku. Awalnya hanya saat aku ulang tahun, dilanjutkan dengan hari pernikahan.

Tapi ternyata memiliki anak perempuan sama dengan saingan versi rukun. Ha-ha. Sejak kecil Cinta terbiasa melihat papahnya memberi bunga, maka pernah tidak sengaja terucap ia ingin diberi bunga seperti mamahnya.

Lanjutkan membaca “Prompt Day 2 : I Love Flowers !”

Prompt : Hari 1

Apa makanan yang paling suka Anda masak?

Mari kita mulai biasakan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari prompt. Ha-ha.

Pertanyaannya ini sedikit membuatku tertekan. Pasalnya koki utama di rumah adalah ibuku. Jika aku harus memasak makanan untuk anak-anak, tidak lain dan tidak bukan adalah telur. Bisa telur dadar, telur goreng, telur rebus dan eerr telur apa lagi ya? Oh iya, pancake yang salah satu bahan dasarnya adalah telur.

Jadi jawaban dari pertanyaan di atas adalah telur. Tapi nih ya, anak-anak tidak selalu minta.

Aku tidak hobi memasak. Namun aku menyukai kegiatannya. Apalagi saat mengerjakannya bersama anak-anak. Hanya karena ada bayi yang membutuhkan perhatian lebih banyak dan jam antar jemput anak yang mepet, aku mengalah untuk tidak masuk dapur. Ditambah lagi, aku juga males mendengar keluhan ibu soal dapur yang kotor.

Kalau akunya lagi waras, cuek aja mendengar celotehan ibuku. Tapi kalau lagi lelah batin, makin ingin menangis kan jadinya.

Packing dengan Santai

Dulu waktu saat masih duduk di bangku sekolah, aku sering sekali mendengar kalimat sistem kebut semalam alias sks. Ini adalah cara yang biasa dilakukan oleh para pelajar saat ulangan tiba. Belajar saat malam hari sebelum waktu ulangan. 

Meski bukan masuk golongan anak pandai, nilaiku juga tidak rendah. Aku berada di kalangan menengah. Rajin tidak, tapi malas juga tidak. Pokoknya aku tetap menjalankan tugasku sebagai murid tanpa harapan yang terlampau tinggi.

Lanjutkan membaca “Packing dengan Santai”