Sayur Favorit

Menu apa yang tidak membosankan dan masih suka dinikmati hingga saat ini? Kalau aku sayur bening bayam adalah menu paling aman. Untukku sendiri ya. Bukan anak-anak dan keluarga di rumah, he-he.

Saat aku kecil, dalam seminggu ibu bisa dua sampai tiga kali memasak sayur bening. Selain simple dan cepat dalam memasaknya, aku termasuk anak yang susah sekali menerima sayuran dalam menu makanku. Sebenarnya sayur bayam juga tak langsung aku makan. Tapi ibu selalu menyelipkannya dengan memotong kecil-kecil. Sehingga aku bisa makan tanpa rasa ragu.

Lanjutkan membaca “Sayur Favorit”

Banjir Oh Banjir

Banjir adalah kata yang sangat jarang kudengar saat kecil. Entah karena wilayah Balikpapan yang terdampak banjir sedikit atau karena zaman dulu tak ada media sosial. Sehingga berita banjir tak mudah didapat seperti sekarang.

Atau bisa juga karena perkembangan, banyaknya rumah dan gedung yang di bangun, berakibat banjir mudah ditemui di berbagai sudut kota. Seperti belakangan ini, banjir di Balikpapan mudah sekali terjadi. Meski waktu surutnya juga cepat, tapi tetap saja banyak rumah yang terdampak.

Lanjutkan membaca “Banjir Oh Banjir”

Cerpen : Terbanglah Tinggi, Mimpiku

“Kamu kok gak cari info Ty. Katanya mau kuliah di Jawa. Kalau diem-diem gini mending kuliah di sini aja.” Kalimat Om Rio membuatku dan Tya tersentak. Kedua orang tua Tya adalah perantauan dari pulau Jawa. Buat mereka, anak-anaknya harus bersekolah di pulau Jawa. Biar punya pengalaman jauh dari orang tua. Bertolak belakang dengan kedua orang tuaku. Bahkan menjelang ujian nasional, aku belum memutuskan akan melanjutkan di mana nantinya.

Lanjutkan membaca “Cerpen : Terbanglah Tinggi, Mimpiku”

Cerpen : Mading Sekolah

“Ayo pulang sekarang!”

Tia membuyarkan lamunanku. Sudah lima belas menit aku menunggunya di kantin sekolah. Aku menunggunya selama ini, bukan hanya karena ia sahabatku. Tapi karena rumah kami yang satu blok dan pagi ini aku menumpang untuk pregi sekolah.

“Gak nunggu Febri?” tanyaku sambil mengikutinya ke parkiran motor.

“Gak, dia diajak ikut lomba mading,” kata Tya sambil menyerahkan helmku.

Lanjutkan membaca “Cerpen : Mading Sekolah”

Review Buku : Janji – Tere Liye

Kita semua adalah pengembara di dunia ini. Ada yang kaya, pun ada yang miskin. Ada yang terkenal, ternama, berkuasa, juga ada yang bukan siapa-siapa. Ada yang seolah bisa membeli apapun, melakukan apapun yang dia mau, hebat sekali. Ada yang bahkan bingung besok harus makan apa.

Itulah sepenggal cuplikan dibagian belakang cover buku. Saat melihat buku ini di rak toko buku, ada sedikit kesan horor. Kenapa? Karena ada gambar nisan. Aku menduga, ada sosok yang meninggal dalam ceritanya. Tapi kesan horornya tidak menakutkan, karena di dominasi oleh warna putih.

Review kali ini mungkin mengandung banyak spoiler. *sungkem*

Lanjutkan membaca “Review Buku : Janji – Tere Liye”

Putih yang Jadi Pilihan

Sejak tahun lalu, suami sudah menyuarakan untuk mengecat rumah. Alasannya karena dinding rumah sudah tidak ada ruang berkreasi lagi. Alias penuh dengan coretan anak-anak. Ha-ha. “Yakin mau di cat? Anak-anak masih kecil lho. Dan kita berencana nambah satu anak lagi. Mungkin Cinta dan Rangga sudah berhenti menggambar di dinding. Adiknya nanti, kan gak tau,” kataku pada suami. Aku sendiri senang sih, kalau ada nuansa baru di rumah. Tapi juga memahami kondisi yang mungkin akan terjadi.

Lanjutkan membaca “Putih yang Jadi Pilihan”

Butterfly HCVC : Melatih Anak Berpikir Komputasional Melalui Aktivitas Menggambar

Senin, 21 Februari lalu aku bertugas menjadi Butterfly di Hexagon City Virtual Conference. Speaker pertama yang kuhinggapi adalah Reni T. Wulandari dengan tema Melatih Anak Berpikir Komputasional Melalui Aktivitas Menggambar. Apa itu berpikir komputasional? Berpikir komputasional atau Computational Thinking adalah metode menyelesaikan persoalan dengan menerapkan teknik ilmu komputer. Ini mendorong anak untuk berpikir kreatif dan kritis dalam menyelesaikan persoalan dengan menerapkan konsep terstruktur.

Computational Thinking pertama kali dicetuskan oleh Syemour Aubrey Papert seorang ahli komputer dari MIT tahun 1980. Metode ini kemudian digencarkan oleh Jeannette Marie Wing dari Columbia University tahun 2006.

Lanjutkan membaca “Butterfly HCVC : Melatih Anak Berpikir Komputasional Melalui Aktivitas Menggambar”

Beli Buku Atau Sewa?

Mana yang akan dipilih membeli buku bacaan baru atau menyewanya? Kalau dulu, pilihanku tentu akan jatuh pada membeli buku. Sejak dulu, aku bercita-cita memiliki perpustakaan sendiri. Sekarang, keinginan itu masih ada. Tapi karena keterbatasan tempat, aku harus bisa memilah-milah buku mana yang harus ditinggal dan mana yang harus dilepaskan setelah membaca.

Ingatanku masih sangat jelas, setiap akhir pekan toko buku adalah tempat kesukaanku dan bapak. Kami bisa menghabiskan waktu sangat lama di toko buku. Memilih buku yang akan kami beli. Genrenya tentu saja berbeda. Biasanya yang geleng-gelang kepala adalah ibu, menteri keuangan. Mau melarang, tapi presidennya sudah memberi izin. Ha-ha.

Lanjutkan membaca “Beli Buku Atau Sewa?”

Berburu Kuliner Lokal

Jalan-jalan ke suatu daerah, tak lengkap rasanya kalau tidak menikmati kuliner lokal. Mungkin saja, kuliner daerah tersebut bisa kita temukan di daerah kita. Tapi, soal rasa belum tentu samakan? Makan makanan khas dearah menjadi sebuah kewajiban untuk suamiku. Jangan harap, kita bisa menikmati makanan yang biasa-biasa saja. Mau sih, asal kepepet. Ha-ha. Waktu belum punya anak, aku sih gak masalah. Tapi setelah punya anak, sering khawatir anak-anak tidak mau makan makana kha daerah Padahal, harusnya aku membiasakan mereka.

Lanjutkan membaca “Berburu Kuliner Lokal”

Pemandangan Hutan di Kalimantan

Beberapa waktu lalu, warga Kalimantan sempat dibuat murka, oleh seseorang yang mengomentari Kalimantan. Yang kesal, bukan hanya warga Kalimantan Timur, tapi juga wilayah lain yang ada di pulau Kalimantan. Bahkan, daerah lain juga tak suka dengan pendapat itu. Aku juga tak setuju. Tapi tak mau ikut-ikutan geram.

Perjalanan ke Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu, sempat membuatku berkata “Mungkin sesebapak, dilihatkan pemandangan ini. Makanya sampai terlontar perkataan seperti itu.” Pemandangan apa? Hutan yang masih sangat lebat. Ya, meski banyak perkampungan dan dilewati jalan aspal, di kanan kiri kami masih terbentang luas hutan yang sangat lebat.

Lanjutkan membaca “Pemandangan Hutan di Kalimantan”