Kata yang aku yakin, ingin selalu ditepati semua orang. Sayangnya, menjadi konsisten tidak semudah membalik telapak tangan.
Blog ini misalnya, dulu aku punya harapan untuk bisa konsisten mereview buku-buku yang aku baca. Awalnya berjalan baik, namun lambat laun mulai menurun. Mungkin, karena aku tidak menentukan strong whynya.
Aku pun sering melihat beberapa teman konsisten bercerita dengan hastag tertentu. Aku mulai mengikutinya. Hanya mengikuti menulis, tidak bergabung dalam komunitasnya. Merasa setiap hari berat, akupun mulai membagi. Seminggu minimal dua kali aku memposting di blog. Tentang apa saja yang kuinginkan. Motonya tulis aja dulu. Ha-ha.
Berjalan? Iya. Tapi semakin lama, postingan hanya seminggu sekali. Itupun hanya satu kali. Tentang perkulihan di Ibu Profesional. Gemes deh aku.
Alhamdulillah, Desember lalu saat Kampung Komunitas membagikan info Kelas Literasi Ibu Profesional kembali di buka, aku segera mendaftar. Tidak pakai menunda. Deg-degan bercampur tidak sabar.
Sejak awal mendaftarpun, aku sudah berkomitmen untuk setiap hari menulis. Tentu saja, dengan motto yang sama. Menulis apa saja yang kuinginkan. Strong whynya aku ingin menjadikan menulis sebagai saluran emosiku. Saluran duapuluh ribu kata yang sebaiknya aku letakkan di tempat yang seharusnya. Namun, karena aku kurang teliti, di hari pertama aku hanya menulisdi blog. Tapi tidak menyetorkannya.
Setelah 30 hari konsisten menulis di bulan Januari, aku dan 99 orang member KLIP 2022 ini berkesempatan join di grup Telegram. Bahkan hari ini, di kelas persiapan kami diajak ngobrol bareng dengan Ibu Septi Peni Wulandani. Temanya adalah Pentingnya Mengenal Diri Sendiri dan Peran Keluarga dalam Berkarya.
Di sini, aku kembali ingat pentingnya kita mengatur kandang waktu. Karena 24 jam yang kita lakukan, ada banyak aktivitas yang bisa diselesaikan jika kita bisa mengaturnya. Tentu saja tidak mudah, karena setiap ibu punya beragam aktivitas dan kesibukan yang berbeda.
Namun, selama 30 hari ini aku menyadari, jika menulis di pagi hari, maka emosi ku jauh lebih terkendali. Menanggapi segala sesuatu yang terjadi, lebih sadar dan sabar. Berbeda kalau menulisnya lewat tengah hari. Seperti hari ini. Bawaanya agak sedikit bad mood. Meski masih bisa sadar dan mengendalikan.
Maka, di bulan Februari ini selain konsisten menulis setiap hari, aku menambahkan catatan untuk menulis, memposting dan menyetorkan tulisan pagi hari. Mari mengatur strategi untuk itu.