Milkbun, Roti Sobek dengan Toping Susu yang Melimpah

“Jangan suruh aku bikin yang lagi viral itu ya! Aku mau persiapan bikin tester kue kering!”

Tulis salah satu teman SMAku yang berprofesi baker. Saat membacanya aku mencoba menerka-nerka, apa sih kue yang lagi viral? Cromboloni, kayaknya dia sudah pernah open PO. Setelah mencari informasi ke sana kemari, ternyata yang dimaksud adalah Milkbun. Kenapa juga aku gak tanya langsung sih! Ha-ha. 

Apakah aku tertarik, jujur saat itu aku belum terlalu tertarik. Roti yang aku sukai sejauh ini masih roti standar, roti coklat, roti keju atau roti srikaya. 

Milkbun yang sedang viral itu ternyata berasal dari Thailand. Harganya cukup mahal. Bukan mahal karena harga rotinya, tapi karena jastipnya sendiri sekitar Rp 200.000,-. Itupun belum termasuk ongkir ke rumahnya. 

Nah, kemarin muncullah di beranda instagramku, lupa pula akunnya siapa, Ia rela jastib milkbun sebelum membuat versi ekonomisnya. Biar apa? Ya biar rasa roti yang dibuat mendekati aslinya. 

Eh, kelar nonton reelsnya di status WAku muncul postingan salah satu penjual donat yang sering aku pesan. Belakangan ia juga membuat milkbun, tapi berdasarkan pesanan saja. Aku yang tiba-tiba fomo, ikut memesannya. Dasar aku! 

Jujur saja, sebelum kedatangan milkbun, yang ada dibayanganku roti ini tidak jauh berbeda dengan milk bath. Manis, creamy, dan cukup mengenyangkan. Kayaknya kalau kue manis, milk bath menurutku sudah sangat kemanisan. Aku suka, tapi bukan favoritku. Palingan hanya sekadar icip-icip saja.

Lalu bagaimana dengan milk bun. Tahu bagaimana reaksiku. 

😐🙄🤔

Bukan tidak enak ya. Enak kok. Hanya saja karena aku membayangkan milk bun rasanya manis seperti milk bath. Aku malah salah. 

Milkbun, sekilas tidak jauh berbeda dengan roti sobek. Hanya saja, milk bun memiliki isian yang creamy dan toping susu yang melimpah ruah. Roti ini, cocok dinikmati dengan segelas kopi. Rasanya lebih kena. Apalagi kalau menikmatinya dengan penuh ketenangan. Wuih, makin mantap nih. 

Tapi karena milkbun yang kucicipi bukan dari negara asalnya, aku tidak tahu apakah memang seperti itu rasanya. Yang jelas, milk bun tidak jadi roti favoritku.

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

Tinggalkan komentar