Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.
Siapa dulu yang hatinya luluh lantak sama keromantisan Edward Cullen? Coba cek tahun lahirnya 🤪.
Tenang, aku juga kok. Cuma pas nonton filmnya agak kesel dikit sama Edward yang pucat kulitnya gk rata.
Sudah puas dengan buku seri 1 – 4? Atau masih pengin ada kelanjutan lainnya. Meski bukan kelanjutan buku breaking down, Midnight Sun bisa dijadikan pilihan.
Jika pertanyaan ini ditanyakan padaku 20 tahun lalu? Jawabannya tentu saja membaca buku. Tapi bagaimana dengan sekarang? Masih membaca, sayangnya ada tambahan. Apalagi kalau bukan scrolling media sosial. Huhuhu.
Membaca saat ini menjadi kebiasaan yang sedikit mahal buatku. Memiliki 3 anak balita yang masih aktif, tentu sangat jauh berbeda saat aku yang masih remaja.
Aku remaja, dengan santai bisa menghabiskan 24 jam hanya untum membaca. Sekarang aku harus menyiasatinya. Bagaimana?
1. Menyewa buku. Dengan adanya target waktu dan biaya, membaca buku membuatku lebih fokus dan wajib. Ya meski kadang banyak molornya sih. Target 1 bulan 2 buku bisa molor jauh 🥲.
2. Membaca Via Playbook. Kalau yang ini sih, supaya aku bisa membaca tanpa perlu membawanya. Jadi sedikit lebih ringkes. Hanya saja, aku jadi tidak terlihat seperti membaca. Bisa saja aku dikira HAPEEEEE TEROOOOOOOS.
“Kamu nanti gimana? Bisa aja kah punya teman di sekolah?” tanya ibuku padaku. Bukan pada Cinta, cucunya yang baru saja menduduki bangku SD. Ibu ternyata jauh lebih mengkhawatirkan aku ketimbang cucunya.
“Memangnya kenapa?” aku balik bertanya. Jujur saja aku sedikit kebingungan dengan pertanyaan ibuku.
“Jadi dia itu cuma bilang, mah bayi awal bukan depan mau aqiqahan. Udah gitu aja. Dia gk nyuruh mamanya datang atau tanya bagaimana kendaraan kalau mau datang. Acaranya di Samarinda!” keluh teman ibuku belum lama ini.
“Di Samarinda acara di tempat siapa?” tanya ibuku.
“Ibu angkatnya. Padahal aku sudah bilang, aku mau bikin acara buat bayi. Di rumah ini aja. Panggil ibu-ibu pengajian kampung,” tambahnya lagi.
Menikah adalah ibadah terlama dalam hidup. Karena itu menikah tidak bisa hanya emosi semata. Ada banyak hal yang akan memengaruhi kehidupan setelah menikah. Bukan hanya diri kita sendiri. Tapi juga keluarga.
Hai emak-emak seIndonesia raya? Apakah senin ini adalah hari pertama ananda masuk sekolah? Atau masih liburan.
Hmm, hari ini bagi kami warga Balikpapan, adalah hari pertama anak-anak masuk sekolah. Buat para orangtua yang kali ini mengantarkan anaknya ke gerbang sekolah baru tentu deg-degan ya. Antara belum bisa move on sama sekolah lama dan menyambut sekolah baru. Bisakah ananda menyesuaikan diri? Apakah dia bisa cepat beradaptasi? Ahh, pasti banyak deh kegelisahan para orangtua. Eh atau itu cuma aku ya 😂😅.
Setiap orang punya love language alias bahasa cinta yang berbeda-beda. Dari beberapa artikel yang kubaca, ada lima macam bahasa cinta. Yaitu kata-kata, waktu berkualitas, menerima hadiah, pysical touch dan sentuhan fisik. Aku sih kayaknya mau semuanya yaa. Jujur deh, semua rasanya ada di aku dengan segala kekurangannya. 🙃
Siapa yang masih suka mendengarkan musik dengan earphone? Saat ini earphone tidak hanya digunakan untuk mendengarkan audio dari smartphone. Karena seringnya melakukan kegiatan online seperti meeting, maka earphone menjadi alat yang sangat dibutuhkan.
Sejak muncul earphone bluetooth, tentu saja aku memilih yang tanpa kabel. Tidak perlu repot ataupun kesal karena kabel yang terlilit 🥹. Sayangnya harga earphone yang merknya sama dengan smartphoneku akan menguras banyak tabungan. Banyak alasan yang membuatku mencoret untuk membeli earphone semerek. Aku pilih yang murah dan biasa-biasa sajalah.
“Menurut penelitian, seorang ibu yang baru saja melahirkan butuh waktu satu tahun untuk mengembalikan ritmenya”. Aku melihat postingan itu story dari seorang teman. Entah beneran penelitian atau hanya perkiraan belaka. Namun, sampai bunga di usia 5 bulan ini, aku masih terseok-seok mengembalikan ritme harianku.
Bahkan aku yang tadinya tidak mau melewatkan buang sampah di beranda blog ini, harus rela untuk istirahat sejenak. Mengurangi pemegadangan gadget dan menurunkan sedikit me time. Waras itu memang wajib tapi menurutku sebagai ibu kita harus bisa mengakalinya. Bagaimana tetap waras dengan cara yang berbeda dari biasanya.
Salah satu serial kriminal yang belum lama ini ku tonton adalah white collar. Serial ini dibagi menjadi 4 sesion. Aku baru menyelesaikan sesion yang pertama.
Serial ini sebenarnya sudah tayang sejak 23 oktober 2009. Lama yaaakk. Aku masih kinyis-kinyis sebagai mahasiswa 🤣. Saat ini serial White Collar sesion 1 – 4 bisa dinikmati di Disney Hotstar+.