Siapa Takut Masuk SMA ? – Quinsha R Shita

Siapa takut masuk SMA? Memangnya kenapa dengan SMA? Buat anak-anak yang bersekolah di SMA sepertiku pasti akan bingung dengan pertanyaannya. Tapi buat anak-anak yang bersekolah di pondok pesantren, pasti akan dag dig dug duer dengan pertanyaan seperti itu. Bagaimana kalau kita balik saja, siapa takut masuk pondok? Errr, kalau pertanyaan itu dilemparkan dulu saat remaja, pasti aku takut banget. 

Apalagi dulu yang selalu aku dengar, pondok pesantren adalah tempat anak-anak agamis atau malah sangat bandel. Jadi kalau orang tuanya gak optimis dengan bekal akhirat, ya pesimis sama anaknya.  🙏🏻 

Cover Siapa Takut Masuk SMA di Playbook
Lanjutkan membaca “Siapa Takut Masuk SMA ? – Quinsha R Shita”

Romansa Stovia – Sania Rasyid, Sahabat Rasa Saudara

Ebook ini tersedia di Gramedia Digital.

Empat orang sahabat, dipertemukan pertama kali di sebuah sekolah kedokteran. Yasen, Hilman, Asran dan Sudiro. Keempatnya berasal dari suku, daerah dan latar belakang keluarga yang jauh berbeda. Yasen adalah seorang non muslim, berbeda dengan ketiganya. Alasan masuk sekolah kedokteran Stovia pun sebenarnya juga berbeda. Ada yang terpaksa, tapi ada juga yang karena alasan mulai membantu sesama. 

Yasen tidak pernah berniat sekolah kedokteran di Batavia. Apalagi dia sudah memiliki seorang kekasih hati. Orang tua kekasih hatinya, begitu menyukai Yasen. Tapi sayang, tidak dengan kedua orang tua Yasen. Mereka menginginkan Yasen menjadi seorang dokter yang sukses. Ketika Yasen melakukan sebuah kesalahan, tak ada lagi alasan untuknya menolak perintah bersekolah di Batavia. 

Lanjutkan membaca “Romansa Stovia – Sania Rasyid, Sahabat Rasa Saudara”

Ibu, Peluklah Dirimu – Wafi Azkia Zahidah

Ibu, peluklah dirimu adalah kalimat yang sangat tepat untuk semua para ibu. Dengan semua sepak terjang yang tidak sama. Para ibu perlu tempat untuk bersandar, berkeluh kesah, tangan yang menepuk pundaknya atau telinga yang dengan sabar mendengar. 

Buku ini tiba-tiba muncul di beranda Gramedia Digitalku. Wah, apakah aplikasi sudah menyadari kalau aku sedang berada di fase lelah berkepanjangan. Ha-ha. Begitu memilih buku ini, aku tidak langsung membacanya. Entah mengapa hati masih belum siap. Setelah kurang lebih tiga minggu berada di perpustakaan Gramedia Digital, aku baru mulai membacanya. Terkadang aku khawatir kalau isi bukunya terlalu berat atau terasa menggurui, malah tidak merasuk ke dalam kalbu. 

Lanjutkan membaca “Ibu, Peluklah Dirimu – Wafi Azkia Zahidah”

Memilih Jernih & Mengalir – Rochmad Widodo, Biografi Dr. drg Ahmad Syaify, Sp. Perio (K), FISID

Kita tidak bisa memilih terlahir dari keluarga seperti apa. Tapi kita bisa memutuskan untuk menjadi seperti apa. 

Kurang lebih kalimat seperti itu pernah aku dengar dari seorang sahabat. Saat mendengarnya pertama kali, aku pun makin menyadari kalau yang sudah terjadi, tidak bisa diubah. Namun kita bisa mencoba berusaha melakukan yang terbaik untuk masa depan. 

Membaca biografi tidak pernah masuk dalam daftar buku favoritku. Namun ada yang berbeda dengan buku biografi Dr. drg. Ahmad Syaify, Sp. Perio (K), Fisid. Aku pertama kali membaca namanya dari postingan drg Mirza Mangku Anom. Salah satu dokter gigi yang berjuang menyuarakan pembullyan yang terjadi di lingkungan pendidikan kedokteran spesialis. Aku yang tadinya tidak tahu menahu, malah mengikuti semua jalannya kasus. Drg Mirza sangat rajin memposting perkembangan kasus tersebut. Hingga suatu hari ia menceritakan secara singkat petuah-petuah sang ayah yang juga seorang dokter gigi. 

Lanjutkan membaca “Memilih Jernih & Mengalir – Rochmad Widodo, Biografi Dr. drg Ahmad Syaify, Sp. Perio (K), FISID”

Ketika Cinta Mengetuk Lagi – Quinsha R Shita

Wanita mana yang ingin pernikahannya menderita? Wanita mana yang ingin pernikahannya diwarnai kesedihan? Aku yakin setiap orang selalu menginginkan kebahagian dalam hidupnya. Meski standar kebahagiaan setiap orang tidak sama.

Saat pernikahan diliputi kesedihan, tentu rasanya kita seperti jatuh ke dalam lubang yang dalam. Apalagi kalau kesedihan itu karena kehilangan pasangan. Rasanya seperti bumi berhenti berputar. 

Lanjutkan membaca “Ketika Cinta Mengetuk Lagi – Quinsha R Shita”

Donal Bebek Spesial 90 Tahun

Aku yakin, anak tahun 90an pasti akrab sama Donal Bebek. Selain majalah Bobo, Donal Bebek juga selalu jadi incaran. Hanya saja, dulu majalah Bobo selalu dapat izin untuk berlangganan. Sedangkan Donal Bebek, hanya bisa diminta saat jalan dengan ibu dan melewati loper koran. Mungkin karena komik, jadi ibu merasa aku tidak belajar. Berbeda dengan majalah Bobo ya. 

Nah, gak cuma dengan komiknya, Donal Bebek juga muncul di layar televisi. Malahan Donal Bebek hadir pertama kali di film-film pendek pada 9. Juni 1934. Di tahun 1936 Donal Bebek mulai membintangi kartunnya sendiri. Suaranya khas serak-serak basah. Kemudian di tahun 1937, sebuah penerbit Italia bernama Mondadori membuat cerita Donal Bebek pertama kali dalam bentuk komik. 

Lanjutkan membaca “Donal Bebek Spesial 90 Tahun”

Definitly Love – Ayu Rianna, Hati Tak Akan Mengkhianati Cinta Sejati

Klara Lee seorang perempuan blasteran Inggris dan Korea Selatan. Sejak lahir, ia tinggal bersama ibu dan ayahnya di Inggris. Namun ayahnya meninggal saat ia berusia 8 tahun. Ibu Klara memutuskan untuk pulang ke kampung halamanya, di Korea Selatan. 

Klara tentu saja senang karena memiliki teman baru. Sayangnya sejak kecil Klara tidak pernah diajari berbahasa Korea. Maka kepindahan ke kampung halaman ibunya membuatnya harus beradaptasi dengan keras. Di sekolah, nilai-nilai Klara selalu jelek. Semua karena tidak memahami bahasa korea dengan baik. Karena itu gurunya di sekolah memberikan jam belajar tambahan. Klara beruntung, memililiki tetangga yang juga seorang guru. Tetangganya dengan sukarela memberikan pelajaran tambahan. Bahkan kedua anak kembarnya juga selalu membantu Klara. Salah satunya bernama Lee Jong Min.

Lanjutkan membaca “Definitly Love – Ayu Rianna, Hati Tak Akan Mengkhianati Cinta Sejati”

Daisy – Ayu Rianna, Lari Bukan Solusi

Masalah tidak akan selesai jika tidak dihadapi – Liam Harper 

Daisy Tanisha seorang seniman perempuan yang terlihat begitu ramah dan menyenangkan. Namun siapa yang menyangka kalau Daisy punya tumpukan-tumpukan trauma. Beberapa trauma menjadikannya sosok yang kuat. Tapi trauma terakhir yang dihadapinya membuatnya selalu ingin berlari. Ia berpindah-pindah dari satu kota ke kota yang lain. Tujuannya agar ia bisa hidup tenang dan terbebas dari masa lalunya yang menyakitkan. 

Cover ebook Daisy di Gramedia Digital melalui e-reader
Lanjutkan membaca “Daisy – Ayu Rianna, Lari Bukan Solusi”

Bunda Sayang #9 : Zona 3 Hari 5, Ngobrol

Di hari keempat ini aku memilih aktivitas bercerita kegiatan sekolah/ peristiwa seru hari ini. Ngobrol bareng Cinta paling banyak aku lakukan saat kami berkendaraan. Terutama saat berduaan di atas motor. Meski tidak saling menatap, aku merasa percakapan kami meski terlihat remeh, membuat waktu berduaan kami berbeda. 

Seperti hari ini, sepulang sekolah kedua adiknya memilih untuk tinggal. Untuk adik yang ketiga, terpaksa sih. Karena aku memang tidak mengajaknya. He-he. Selain cuaca yang agak terik, nenek juga terlihat mengantuk. Kasihan kalau harus bersiap-siap hanya untuk menjemput Cinta sebentar. Perjalanan dari rumah ke sekolah CInta tidak sampai 10 menit. Itu kalau aku yang berkendaraan, berbeda dengan papahnya yang mungkin hanya 5 menit. 

Lanjutkan membaca “Bunda Sayang #9 : Zona 3 Hari 5, Ngobrol”

Hujan (Unedited Version) – Tere Liye

“Ada orang-orang yang boleh jadi sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka, biarlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justru membawa kedamaian.” 

Mencintai tapi tidak bisa memiliki memang menyakitkan. Tapi bukannya tidak semua cinta bisa dimiliki. 

Hujan versi yang belum diedit ini menceritakan tentang seorang gadis 13 tahun bernama Lail. Ia adalah anak semata wayang. Meski ibu dan ayahnya bekerja, ia tidak kekurangan kasih sayang. Ayahnya yang bekerja di luar kota pun selalu rajin berkomunikasi dengan anak dan istrinya. Sehingga Lail tidak merasa kesepian. 

Lanjutkan membaca “Hujan (Unedited Version) – Tere Liye”