Apa Bahasa Cintamu?

Setiap orang punya love language alias bahasa cinta yang berbeda-beda. Dari beberapa artikel yang kubaca, ada lima macam bahasa cinta. Yaitu kata-kata, waktu berkualitas, menerima hadiah, pysical touch dan sentuhan fisik. Aku sih kayaknya mau semuanya yaa. Jujur deh, semua rasanya ada di aku dengan segala kekurangannya. 🙃

Lanjutkan membaca “Apa Bahasa Cintamu?”

Hai

“Menurut penelitian, seorang ibu yang baru saja melahirkan butuh waktu satu tahun untuk mengembalikan ritmenya”. Aku melihat postingan itu story dari seorang teman. Entah beneran penelitian atau hanya perkiraan belaka. Namun, sampai bunga di usia 5 bulan ini, aku masih terseok-seok mengembalikan ritme harianku.

Bahkan aku yang tadinya tidak mau melewatkan buang sampah di beranda blog ini, harus rela untuk istirahat sejenak. Mengurangi pemegadangan gadget dan menurunkan sedikit me time. Waras itu memang wajib tapi menurutku sebagai ibu kita harus bisa mengakalinya. Bagaimana tetap waras dengan cara yang berbeda dari biasanya.

Lanjutkan membaca “Hai”

Istirahat

Kadang apa yang kita rencanakan tidak bisa berjalan mulus. Banyak dari kita yang mengalaminya bukan. Sudah semangat menggebu, tapi karena diri sendiri, semangat itu turun perlahan.
Sedih itu pasti, tapi tidak boleh membuat kita berhenti.

Tahun ini, aku yang bertekad memperbaiki komitmen di Kelas Literasi Ibu Profesional. Tapi ternyata tidak semudah yang kubayangkan. Membersamai 1 anak pra sekolah, 1 balita dan 1 bayi ternyata memang tidak mudah. 😅

Lanjutkan membaca “Istirahat”

Membaca dan Olahraga

Apa yang ingin Anda lakukan lebih sering setiap harinya?

Membaca buku dan berolahraga. Itu adalah hal yang ingin sekali bisa aku lakukan setiap hari. Jika dibuat grafiknya, porsi membaca untuk diri sendiri sangat-sangat jomplang.

Jika saat sekolah, aku bisa menghabiskan dua sampai tiga buku dalam sehari. Dengan ketebalan yang sedang. Saat mulai bekerja, porsi membaca mulai berkurang, menjadi satu buku untuk satu sampai dua minggu.

Nah, saat aku resign bekerja dan punya banyak waktu di rumah untuk mengurus diri sendiri dan rumah serta bapak, porsi membaca kembali membaik. Satu buku pasti habis dalam satu mingg. Bahkan aku bisa langsung membuat reviewnya.

Lanjutkan membaca “Membaca dan Olahraga”

Toxic

Apa saja pengalaman hidup yang paling membantu Anda berkembang?

Ketemu dengan orang toxic. Miris memang. Karena dulu, aku tidak menyadari kalau dia sebenarnya toxic.

Benar kata psikolog, orang-orang yang jadi korban orang toxic, biasanya tidak menyadari bahwa ia adalah korban. Semua seakan-akan salah si korban. Si toxic adalah penyelamat. Bahkan, semua yang dilakukan si orang toxic adalah sesuatu yang baik.

Lanjutkan membaca “Toxic”

Ilustrasi Keluarga

“Harusnya gambar kayak gitu nggak lama ya!”
Ayo ngaku, siapa yang suka komplen seoerti itu saat memesan ilustrasi pada seorang desain grafis? Banyak! Ha-ha. Kalau saja aku dulu tidak bekerja dengan banyak desain grafis, bisa jadi akan kesulitan untuk menahan rasa sabar.

Kita sering lupa, kalau memesan jasa kreatif tidak bisa instan. Ada ide yang harus dipikirkan masak-masak. Belum lagi waktu pengerjaanya juga tidak sebentar.

Lanjutkan membaca “Ilustrasi Keluarga”

Kok Frekuensiku Beda?

“Aku kok merasa dijauhin ya. Gara-gara, temanku tiap minggu ngumpul. Tapi aku gk pernah ikut. Aku bilang ke mereka, kalau buat ngumpul “senang-senang” gitu aku gk bisa. Tapi kalau tiap hari ke lapangan voli, diizinkan sama suami,” kata mbak Ika belum lama ini.

“Itu artinya nggak sefrekuensi mbak. Gk usah dipaksain,” jawabku bijaksana. Tsaaahhhh.

Lanjutkan membaca “Kok Frekuensiku Beda?”

Siapa yang Terfavorit?

Siapa orang-orang favorit yang Anda suka kehadirannya?

Kalau pertanyaan ini dilontarkan saat ini, jawabannya adalah anak-anak. Ya kan! Ya kan! Sejak dulu, aku selalu menyukai keriuhan anak-anak. Bahkan, dulu saat masih bekerja di ranah publik, aku bercita-cita akan menjadi guru di sebuah taman kanak-kanak.

Kenapa? Agar aku bisa bertemu dengan anak-anak setiap hari. Kok bisa? Mungkin karena saat kecil aku lebih banyak menghabiskan waktu seorang diri.

Lanjutkan membaca “Siapa yang Terfavorit?”

Binder Atau Buku Biasa?

Pilih binder atau buku jurnal? Kira-kira mana yang akan Anda pilih. Dalam menulis jurnal harian, aku memilih untuk menggunakan jurnal. Kenapa? Karena ketika penuh, aku bisa mengganti dengan kertas yang baru. Dan yang lama, bisa aku simpan dalam satu bundel. Bisa perbulan atau pertahun. Sehingga tasku tidak akan terlalu berat karena kertas. Tak hanya itu, setelah memiliki anak, jadwal menulis jurnal juga belum teratur. Terkadang ada satu dua hari yang terlewat.

Lanjutkan membaca “Binder Atau Buku Biasa?”

Kartu Provider

Sudah berapa lamakah kamu menggunakan nomer provider yang sama? Aku punya dua nomer, dengan provider yang berbeda. Yang satu sudah kugunakan sejak 11 tahun lalu. Dan nomer utama kugunakan sejak 10 tahun lalu. Lumayan lama ya. Tapi aku yakin orang-orang yang lahir di tahun yang sama denganku atau mungkin lebih lama, juga melakukan hal yang sama. Nomer cadangan malah yang lebih lama ya. Ha-ha. Karena nomer itu diberikan oleh relasiku. Nomernya cantik, unik dan terbatas. Hanya 10 digit saja. Providernya sih bagus-bagus saja. Namun, aku sering mendapatkan kendala saat harus berhubungan dengan costumer servicenya, kadang sinyal juga sih *eh*.

Lanjutkan membaca “Kartu Provider”