Butterfly HCVH : Seru-Seruan dengan Kain Flanel

Selasa, 22 Februari 2022 lalu giliran Wartuwidyarini yang tampil sebagai speaker di Hexagon City Virtual Conference. Mahasiswa bunda produktif 2 dari regional Bali ini mengajak seru-seruan berkreasi dengan kain flanel. Perempuan yang akrab disapa Arin ini, memilih IG Live sebagai sarana berbaginya.

Apa itu kain flanel? Jenis kain yang dibuat dari serat wol tanpa tenun. Asyiknya kain flanel punya banyak warna. Jadi kita punya banyak pilihan saat menggunakannya.

Lanjutkan membaca “Butterfly HCVH : Seru-Seruan dengan Kain Flanel”

Ok Google, Nyasarpun It’s Oke

Aku pernah membaca, seorang praktisi sekaligus peneliti neuroscience, dr Aisyah Dahlan mengatakan bahwa kurang lebih hanya 8 persen perempuan yang bisa membaca peta. Entah karena tomboy atau terbiasa. Beruntunglah aku yang masuk dalam kategori 8 persen itu. Mungkin karena terbiasa.

Sejak kecil aku dan bapak memang suka sekali membaca peta. Peta dunia ataupun peta jalan. Dulu bapak pernah mengikuti kursus dari kantor ke Jakarta. Dari Balikpapan, bapak berbekal peta dan tentu uang saku juga. Sekembalinya ke Balikpapan, Peta Jakarta jadi hiburan kami. Bapak sering menunjukkan tujuan bapak selama di Jakarta. Tidak langsung ke tujuan, tapi di arahkan melalui jalan yang bapak lalui sambil menceritakan pemandangan yang dilihat. Aku bisa membayangkan seakan sedang berada di Jakarta bersama bapak.

Lanjutkan membaca “Ok Google, Nyasarpun It’s Oke”

It’s My Dream, Mas !

It’s my dream mas, not her!

Belakangan, publik diramaikan dengan serial layangan putus. Serial yang diadaptasi dari sebuah novel. Aku sendiri membaca cerita layangan putus lewat FBG, cukup lama. Awalnya juga tidak tahu. Gara-gara, Mbak Ika yang sudah duluan membaca, menceritakannya ke aku.

“Seru de. Dari kisah nyata. Keren banget. Aku rasanya pengin ngamuk ke lakinya,” cerita mbak Ika dulu. Karena penasaran, akupun ikut mencarinya. Kubaca cerita demi cerita. Aku sedikit terhanyut dalam ceritanya. Ikut kesal. Tapi tidak sampai mendarah daging.

Lanjutkan membaca “It’s My Dream, Mas !”

Jangan Memaksa

“Jangan pernah memaksakan sepatu orang lain pada kaki kita. Begitu juga sebaliknya. Karena meski ukurannya sama, belum tentu nyaman kita pakai”

Pernah dengar kalimat seperti itu? Mungkin sering. Kalimat itu, salah satu kalimat yang bisa jadi pengingatku. Untuk tidak memasakan sesuatu pada keluargaku. Sering kali, rumput tetangga lebih hijau dari rumah kita. Tapi belum tentu rumah kita butuh rumput hijau 😆.

Lanjutkan membaca “Jangan Memaksa”

Bunda Produktif 2 : Zona Grow

Zona baru kembali dihadirkan. Kali ini, zona grwo disuguhkan pada kami hexagonia.Di CH Artacrat, kami sedang berbahagia dengan salah satu prototipe produk yang dibuat. Ada outer, gamis, bucket hat, pouch dan sling bag. Kami tidak sabar untuk menggunakannya di banyak kesempatan yang kami miliki.

Di cluster Eureka juga sudah ramai berdiskusi. Ada beberapa hal yang kami bahas. Diantarnya peran masing-masing kami untuk cluster. Insya Allah, aku mengambil peran di tim kreatif.

Lanjutkan membaca “Bunda Produktif 2 : Zona Grow”

Camping Perdana di Villa Lembayung

“Suka camping gk?” tanya suami suatu hari. Seketika aku menoleh kaget. It’s my dream mas. Eh, eh, kok latah sih. Tapi sesungguhnya, itu impianku saat kecil. Lantaran sering diajak bapak lewat jalan minyak yang melewati hutan lebat. Saat itu, dibayanganku ketika dewasa nanti aku bisa mendirikan tenda di tengah-tengah hutan. Sambil melakukan penelitian dan menikmati alam di depan tenda. Tapi impian itu bertolak belakang dengan keluargaku. Dengan bapak ibu yang juga minim dengan petualangan di alam.

Lanjutkan membaca “Camping Perdana di Villa Lembayung”

Bapak : Membangun Ikatan

“Ayo Ris, tidur. Udah malam. Besok kita habis subuh mau jalan lho,” kata bapak.

“Kemana?” tanyaku. Akupun mengalihkan pandanganku ke bapak.

“Jalan-jalan,” jawab bapak singkat.

“Aha. Pasti besok bapak libur,” batinku.

Lanjutkan membaca “Bapak : Membangun Ikatan”

Menulis Itu Menyenangkan

Delapan tahun lalu , saat keinginan resign memuncak aku tak punya rencana apa-apa di masa berikutnya. Yang aku pikirkan, saat itu hanya menjernihkan pikiran. 4 tahun bekerja tanpa cuti. Beneran gak cuti? Cuti sih. Tapi masa cuti aku pakai untuk mengerjakan pekerjaan lain. Workaholic sekali ya. Sayangnya, semangat bekerja itu tidak sepadan dengan hasilnya. Ha-ha. Terlalu baik pada seseorang yang tidak baik itu juga tidak baik. *Eh apa sih*

Lanjutkan membaca “Menulis Itu Menyenangkan”