Kekuatan dari Kalimat Terima Kasih

Seberapa sering Anda mengucapkan terima kasih pada orang lain? Entah karena diberi hadiah, atau sedikit dan banyak bantuan? Mengucapkan terima kasih, menurut saya perlu dilatih agar menjadi kebiasaan. Kok gitu? Ya dong. Coba deh, kalau kita gk membiasakan diri, ketika dibantu orang tapi kita dalam keadaan buru-buru atau gk fokus, biasanya kalimat terima kasih akan terlupakan.

Lanjutkan membaca “Kekuatan dari Kalimat Terima Kasih”

Carseat Oh Carseat

Suami : “Sori ya, mobilnya penuh”

Teman: “Apa ini?”

Suami: “Carseatnya anakku, males diturun naikkan. Kecuali istri harus bawa mobil yang satunya atau aku keluar kota, baru di pindah”

Teman: “Carseat? Apa itu”

Deeennnggg

Suami: “Kursi buat anakku kalau naik mobil”

“Baru denger”, “Tega dudukin sendiri?”, “Mau anteng?” Dan masih banyak lagi pertanyaan seperti itu. Tidak hanya dari orang lain. Pada saat pertama kali membawa pulang carseat, ibu sayalah yang pertama kali berkomentar “kok tega!” Haha.

Lanjutkan membaca “Carseat Oh Carseat”

Membuat Kue Kering Bersama

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membangun komunikasi dengan anak. Meski selalu bersama Cinta, saya tetap membutuhkan waktu yang berkualitas dengannya.

Kebetulan mendekati hari Lebaran, kue kering menanti kami dengan riang. Ya, tradisi setiap tahun yang selalu keluarga saya lakukan. Err, tahun lalu sih gak, saya memilih membeli, haha.

Lanjutkan membaca “Membuat Kue Kering Bersama”

Anak Tidur, Apakah Mama Produktif?

Pernah liat saat bayi tertidur terus tiba-tiba terkejut? Tangannya tiba-tiba terangkat, lalu kembali ke samping tubuh. Dulu saat Cinta baru lahir ibu saya sempat komplen ketika melihat hal tersebut. Katanyaaaaa, karena saya tidak menggebrak tempat tidur. Sesaat kelahiran Cinta. Padahal, dari banyak artikel dan konsultasi tenaga medis bayi sering kaget termasuk wajar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bayi dalam keadaan normal yang menggambarkan refleks moro yang umum dimiliki oleh bayi. Bahkan dokter atau tenaga medis umumnya melakukan tes refleks moro pada bayi yang baru lahir.

Lanjutkan membaca “Anak Tidur, Apakah Mama Produktif?”

Me Time Ala Bapak

Sudahkah memanjakan diri hari ini? Setiap ibu wajib memanjakan dirinya sendiri. Ya! Agar tetap waras menghadapi dunia ini *halah*. Eh tapi beneran deh. Saya dibesarkan oleh ibu yang tidak memikirkan untuk memanjakan dirinya sendiri. Dampaknya banyak. Kadang ibu saya suka mengomel tidak pada tempatnya 😆. Lanjutkan membaca “Me Time Ala Bapak”

Memilih Training Pants

Beberapa hari lalu saya menuliskan sedikit cerita perjalanan tatur Cinta di sini. Alhamdulillah, semakin hari perjalanan kami semakin lancar. Bahkan, Cinta sudah bisa jalan-jalan tanpa clodi. Seperti saat belanja bulanan 2 hari lalu. Dari rumah, saya sengaja menggunakan celana dalam tatur. Tentu saja, saya membawa persiapan “perang” lebih banyak dari biasanya. Saya pun harap-harap cemas!

Lanjutkan membaca “Memilih Training Pants”

Puasa Ibu Menyusui

Di hari ke 16 Ramadan, siapa yang masih kuat puasanya? Duh, berasa zaman SD ya, ditanya kuat atau gak 😂. Tapi sebagai ibu menyusui, embun di botol air memang menggoda. Apalagi pas jam nyuapin anak kecil, mesti sadar diri gk nyuapin makanan ke mulut sendiri. Ini karena faktor kebiasaan. Yups, saya emang punya kebiasaan icip-icip makanan bayi sampe habis.

Apa perbedaan puasa tahun ini dengan tahun lalu?

Lanjutkan membaca “Puasa Ibu Menyusui”

Bahagiakan Diri dengan Buku Perjuangan Para Ibu

Bahagia itu sederhana! Bener toh! Iya bener ! *maksa*. Apalagi mamak-mamak macam saya, dapat notifikasi mbanking pun bahagia *eaaaaaaa*

Saya meyakini, bahagia itu bisa kita ciptakan sendiri. Apapun bentuknya, kita sendirilah yang bisa menciptakan kebahagian. Salahsatu cara saya membahagiakan diri adalah memberi apresiasi (pada diri sendiri, ha-ha). Dengan apa? Membeli buku-buku. Tapi kapan terakhir kali saya membeli buku untuk diri sendiri? Tampaknya setelah punya anak, jatah belanja buku untuk pribadi berkurang. Lanjutkan membaca “Bahagiakan Diri dengan Buku Perjuangan Para Ibu”

Saatnya Menjadi Pejuang Tatur

Menjadi seorang ibu tentu akan melewati fase menyusui, memberikan MPASI, menggendong dan masih banyak lagi. Saat anak mulai beranjak besar, tentu saja ada fase yang tidak mungkin bisa diabaikan. Yaitu mengajari anak pipis dan bab di toilet. Yups, Tatur atau lebih dikenal dengan sebutan Toilet Training. Ngomong-ngomong saya mengenal kata #pejuangtatur dari postingan training pants cuddle me, he-he.

Kapan sih waktu yang tepat menatur anak? Berdasarkan cerita teman-teman, rata-rata memulai di usia 2 tahun. Ada yang cepat, tapi ada juga yang butuh perjuangan. Dan seperti belajar hal-hal lain, butuh waktu untuk belajar. Untuk bab di kamar mandi, saya sudah mengajarkan Cinta sejak usia 6 bulan. Setiap melihat tanda-tanda mau bab, saya segera mengangkatnya ke toilet. Belajar bab di toilet, malah lebih mudah dan cepat saat kami sekeluarga liburan ke Jogja.
Lanjutkan membaca “Saatnya Menjadi Pejuang Tatur”

Lomba Balita Sehat

Pagi tadi, Puskesmas Kampung Baru Tengah, Balikpapan Barat diramaikan suara bayi dan balita. Ya namanya juga puskesmas, wajar ada suara riuh anak-anak kan! He-he. Namun, kami ini, keriuhan bukan karena ada anak yang sakit, tapi karena ada Lomba Balita Sehat tingkat Kelurahan. Sekitar 10 anak (bayi, batita, dan balita) mengikuti lomba ini. Cinta menjadi salahsatu pesertanya.

Lanjutkan membaca “Lomba Balita Sehat”