Pemilu 2024

Siapa pilihan pemimpinmu di Pemilu 2024 ini. Semoga siapapun pilihannya bisa menjalankan dengan baik dan amanah ya. Tidak hanya mementingkan dirinya sendiri. Setiap orang pasti punya kekurangan, tapi semoga semua berusaha untuk memperbaiki diri. 

“Ada yang datang kah Cie?” tanya paman ke ibuku. 

“Gak ada tuh! Memangnya ada yang mau datang?” Ibuku mengerti pertanyaan tersirat dari pamanku. 

“Gak tau. Aku tanya, soalnya sebelah tanyain. Aku sih gak mau. Apalagi sebagai petugas, sudah disumpah. Jadi gak mau ikut-ikut. Lagian aku sudah punya pilihan. Terserah bagaimana kinerjanya dia. Tapi sebagai kakak kelas dan partner dia badminton, aku pilih dia aja,” jawab pamanku. 

Lanjutkan membaca “Pemilu 2024”

Jalan Kaki, Aktivitas yang menyengangkan

Apa bentuk olahraga fisik favorit Anda?

Badminton dan jalan kaki? Menurutku kedua olahraga tersebut bersifat menyenangkan. Aku tidak wajib jago dalam melakukannya. He-he.

Aku masih ingat, saat duduk di bangku kelas 4 SD, aku berusaha menyukai olahraga volly. Kenapa? Karena ibuku cukup pandai bermain volly dan mbakku pun mengikuti ekstrakurikuler volly. Aku merasa, sebagai anak terkecil wajib mengikuti jejak mereka. Aku pun rajin ikut latihan volly di kampungku. Sayangnya, keinginanku tidak bulat sepenuhnya. Karena ternyata, aku meninggalkan olahraga tersebut tanpa beban.

Dan baru kusadari beberapa tahun belakangan ini, jalan kaki adalah salah satu kegiatan fisik yang konsisiten dan bisa kujalani dengan menyenangkan. Bisa jadi karena sejak kecil aku sudah dibiasakan Mbah untuk jalan sore. Hebatnya, dulu aku tidak mengeluh kelelahan. Apalagi perjalanan kami harus melewati hutan-hutan. Jadi seperti penjelajah kecil.

Kapan Menikah?

Kapan nikah? Pertanyaan yang kerap membuat banyak orang kesal. Terutama perempuan-perempuan yang berusia 25an ke atas. Gak cuma itu sih. Di setiap jenjang kehidupan, selalu ada pertanyaan yang membuat mental seseorang naik dan turun. Kapan nikah? Kapan punya anak? Kapan nambah anak? Dan masih banyak lagi. 

Pertanyaan kapan menikah mulai sering ku dengar dari keluarga. Bukan keluarga dekat sih. Malah keluarga yang agak jauh yang sering bertanya. Namun karena kesibukanku yang seperti artis internasional plus kaum introvert, aku cukup cuek dan santai menghadapi mereka. 

Lanjutkan membaca “Kapan Menikah?”

Migrasi Kartu SIM Fisik ke ESIM, Pikir Dulu Deh!

Sudah berapa lamakah penggunaan nomor ponsel di handphonemu? Untuk orang-orang seusiaku, alias genk milenial, bisa jadi banyak yang usia nomor handphone lebih dari 10 tahun. Aku punya 3 nomor handphone dari 2 provider yang berbeda. Usianya di atas 10 tahun. Kok banyak? Dulu penggunaan nomor tersebut untuk pribadi, pekerjaan dan tablet. Berasa pengusaha ya. Ha-ha. 

Seiring berjalannya waktu, salah satu nomor digunakan oleh keponakanku. Sampai saat ini, aku masih menggunakan dua nomor lainnya. Satu memang untuk pribadi. Yang satunya lagi, dulu nomor untuk bekerja, aku gunakan untuk kegiatan belajar online, komunitas dan lainnya. 

Lanjutkan membaca “Migrasi Kartu SIM Fisik ke ESIM, Pikir Dulu Deh!”

Pengalaman Menggendong dari Anak Pertama Sampai Ketiga

Selamat Pekan Menggendong Sedunia. Apa tuh? Setiap tanggal 2-8 Oktober diperingati sebagai International Babywearing Week. Gerakan ini pertama kali dicetuskan oleh Babywearing International 10 tahun lalu. Misinya adalah mempromosikan menggendong sebagai suatu aktivitas yang bermanfaat bagi orang tua dan anak. 

Sering dengar kan istilah “bau tangan” kan? Nah, mitos ini sering kali membuat orang tua mengabaikan arti tangisan atau keinginan anaknya. Katanya kalau dibiasakan menggendong, nanti anak jadi bau tangan. Orang tuanya jadi tidak bisa melakukan apa-apa. Padahal tidak juga. Anak-anak, terutama bayi, memang berkomunikasi dengan menangis. Kita orang tua, hanya butuh waktu untuk mengartikannya. Lagi pula, kalau bukan kita orang tuanya, siapa lagi yang jadi pelindung mereka? 

Lanjutkan membaca “Pengalaman Menggendong dari Anak Pertama Sampai Ketiga”

Saat Konsultasi dengan Psikolog

Saat ini kesehatan mental tidak lagi disembunyikan. Mungkin sebagian masih ada yang merasa malu. Tapi juga tidak sedikit yang merasa sangat terbantu dengan terbukanya kesehatan mental saat ini. Dulu memang kebanyakan orang menganggap kalau berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater adalah orang yang sakit jiwa. Padahal kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. 

Dulu saat duduk di bangku SMA, aku pernah berkeinginan menjadi seorang psikolog. “Memangnya jadi psikolog kerjanya di mana?” Tanya ibuku. Aku yang hanya tahu psikolog sebagai tempat berkonsultasi, hanya mengira rumah sakitlah yang jadi tempat praktik. Beberapa tahun kemudian, aku baru tahu kalau ilmu seorang psikolog sangat dibutuhkan di banyak pekerjaan. Di antaranya sebagai guru Bimbingan Konseling. 

Lanjutkan membaca “Saat Konsultasi dengan Psikolog”

Tumbler Buatku

“Kira-kira apa ya yang dipikiran orang ngeliat tumbler kopi segede ini?” tanyaku pada suami suatu hari saat menemani anak-anak bermain. “Tumbler kopi segede ini, padahal isinya air putih,” tambahku. 

“Bisa jadi gak mikir apa-apa. Karena kakak jarang liat orang beli kopi pakai tumbler sendiri. Malahan kakak yang jarang liat ade beli kopi tanpa tumbler sendiri,” jawab suami. 

Aku tertawa mendengar jawaban suamiku. 

Lanjutkan membaca “Tumbler Buatku”

Waktu Favorit untuk Diri Sendiri

Kapan waktu favorit Anda dalam sehari?

Di tengah kesibukan mengurus rumah tangga, tentu saja aku perlu waktu khusus untuk diri sendiri. Biar apa? Biar nggak oleng kapten! Seorang ibu adalah jantung di rumahnya. Maka, seorang ibu harus bisa menjadi jantung yang sehat. Agar keluarganya juga sehat. 

Me time memang sangat dibutuhkan. Tapi tidak setiap ibu bisa mendapatkan me time yang sesungguhnya. Makanya aku selalu berusaha untuk menciptakan me timeku. Berharap sama orang lain itu gk baik kan. Khawatirnya saat harapannya tidak sesuai, kita malah kecewa, hehe. 

Lanjutkan membaca “Waktu Favorit untuk Diri Sendiri”

Bagaimana Bisa Bahagia?

Kata orang, bahagia itu sederhana. Dan katanya kebahagian setiap orang tidaklah sama. Lalu apa sebenarnya bahagia? Menurutku salah satu kunci bahagia adalah bersyukur. Itulah mengapa standar bahagia setiap orang tidak sama. Karena rasa syukur kita yang berbeda-beda. Semakin banyak rasa syukur, maka semakin tinggi pula kebahagiaan yang kita rasakan. 

Aku mencoba bertanya pada diriku sendiri, bahagia bagiku seperti apa? Apakah bisa berbelanja barang yang kita inginkan? Ataukah punya kesempatan me time? Atau apalagi? 

Lanjutkan membaca “Bagaimana Bisa Bahagia?”

Menyusui Itu Harus Keras Kepala

Menyusuilah dengan keras kepala!

adalah kalimat yang melekat kuat di hati dan ingatanku. Sejak pertama kali aku ikut dalam sebuah kegiatan di Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia KalTim. Lah, apa susahnya menyusui sih?  Pikirku yang saat itu tidak punya pengalaman apa-apa. Mbak Ika, bisa menyusui dengan mudah.Tanpa kendala berarti. Padahal puting datar sering dijadikan alasan kesulitan menyusui. Tante dan kakak pertamaku memang tidak berhasil menyusui. Kupikir karena keduanya bekerja di ranah publik. Makanya wajar kalau kesulitan menyusui langsung. Dulu aku tidak pernah tahu kalau ASI bisa diperah dan diberikan ke bayi dengan media lain selain dot. Yang aku tahu, menggunakan dot ya berarti menggunakan susu formula. 

Lanjutkan membaca “Menyusui Itu Harus Keras Kepala”