Reid Spancer, Membaca dengan Kecepatan Super

Apa keterampilan atau kemampuan rahasia Anda atau yang ingin Anda miliki?

Menjadi seorang Reid Spancer, salah satu karakter fiksi dalma drama kriminal CBS Criminal Mids. Reid adalah salah seorang Agen Khusus Pengawas di Unit Analisis Prilaku (BAU) FBI. Sejak pertama kali aku menonton serial ini, Reid sudah muncul dan menyita perhatianku.

Reid digambarkan sebagai anak yang sangat jenius. Ia memiliki gelar doktor di beberapa bidang. Reid juga memiliki kemampuan membaca cepat dan mengingat kembali apa yang sebelumnya ia lihat.

Dengan banyaknya kelebihan Reid, punya kekurangan. Ia sangat canggung di kehidupan sosial. Reid kesulitan menunjukkan emosinya. Makanya hubungan percintaanya sangat minim sekali. Namun memori eidetiknya memungkinkan ia menyimpan dan mengingat informasi besar. Bahkan kecepatan membacanya 20.000 kata permenit. Tapi kalau membaca secepat itu, kayaknya kurang seru juga sih. He-he.

Lanjutkan membaca “Reid Spancer, Membaca dengan Kecepatan Super”

Gurunya Baik, Tapi Tidak dengan Mata Pelajarannya

Siapa guru yang paling berpengaruh bagi Anda? Mengapa?

Tanpa guru, jadi apakah diri kita ini? Sejak kecil, kita mungkin sering mendengar kalimat “Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Menurutku menjadi seorang guru harus panggilan dari hati. Guru, jika hanya mengincar gaji bulanan, aku yakin pasti akan kecewa. Bagaimana tidak, begitu banyak murid yang harus diajarnya, tidak sebanding dengan penghasilan yang didapat. 

Di negara kita, profesi para guru masih harus terus diperjuangkan. Tapi bekerja dengan hati, membuat ilmu yang diajarkan para guru terus mengalir ke anak didiknya. 

Lanjutkan membaca “Gurunya Baik, Tapi Tidak dengan Mata Pelajarannya”

Kapan Waktu yang Tepat Berolahraga di Bulan Ramadan?

Kita pasti banyak yang sepakat, kalau puasa tidak akan membuat kita takut berolahraga. Mungkin, ada beberapa yang masih ragu-ragu. Apalagi kalau mulai olahraga, belum lama dirutinkan. Takut lemas, haus berlebihan, hingga khawatir dengan keamanan berolahraga saat berpuasa. 

Menurutku kondisi berpuasa ini, tidak jauh berbeda saat kita berolahraga di pagi hari, sebelum sarapan. Selama tidak menderita penyakit tertentu, aku yakin olahraga akan aman dilakukan. 

Sumber gambar : Canva. Belum bisa olahraga di gym atau studio? Ada banyak pilihan olahraga di rumah yang bisa kita ikuti.
Lanjutkan membaca “Kapan Waktu yang Tepat Berolahraga di Bulan Ramadan?”

Semangat Berolahraga yang Menular

Senang sekali rasanya melihat banyak teman di dunia maya yang sering posting kegiatan olahraganya. Baik saat berolahraga di rumah ataupun di studio olahraga. 

Tapi, jujur saja aku sangat iri dengan teman-teman yang bisa olahraga di tempat gym. Alhamdulillah, meski tidak bisa berolahraga di tempat gym, aku masih tetap bisa berolahraga di rumah. 

Aku mulai mencintai olahraga sejak 5 tahun lalu. Seperti kebanyakan orang, aku mulai olahraga karena putus asa dengan berat badan yang tidak kunjung turun setelah setahun bersalin. Hanya mengandalkan menyusui dan aktivitas fisik, ternyata tidak menjamin berat badan kembali sesuai dengan index masa tubuh. 

Lanjutkan membaca “Semangat Berolahraga yang Menular”

Semangat Berolahraga yang Menular

Senang sekali rasanya melihat banyak teman di dunia maya yang sering posting kegiatan olahraganya. Baik saat berolahraga di rumah ataupun di studio olahraga. 

Tapi, jujur saja aku sangat iri dengan teman-teman yang bisa olahraga di tempat gym. Alhamdulillah, meski tidak bisa berolahraga di tempat gym, aku masih tetap bisa berolahraga di rumah. 

Aku mulai mencintai olahraga sejak 5 tahun lalu. Seperti kebanyakan orang, aku mulai olahraga karena putus asa dengan berat badan yang tidak kunjung turun setelah setahun bersalin. Hanya mengandalkan menyusui dan aktivitas fisik, ternyata tidak menjamin berat badan kembali sesuai dengan index masa tubuh. 

Lanjutkan membaca “Semangat Berolahraga yang Menular”

Untuk Diriku di Masa Remaja

Apa nasihat yang ingin Anda berikan pada diri remaja Anda?

Hai, Riska. Seru ya bisa  baca buku setiap hari tanpa memikirkan dunia. Senang sekali rasanya, pernah punya “dunia lain” di kehidupan ini. Dunia yang tidak pernah dijamah siapapun. Hanya kita yang tahu. Tapi kayaknya, kunjungan ke dunia itu tidak akan kita lakukan lagi ya. Karena dunia nyata, tampaknya menarik kita cukup erat. Sampai-sampai, imajinasi tidak lagi berlari. 

Terima kasih ya, sudah banyak bersabar. Terima kasih mau belajar dewasa di usia yang masih belia. Dan terima kasih lagi, karena kamu berhasil menjadi yang kamu inginkan, masih mencintai buku dan belajar walau banyak fokus yang harus dibagi-bagi. Kamu belajar mengambil hikmah dari setiap kejadian, bukan dari sisimu saja. 

Lanjutkan membaca “Untuk Diriku di Masa Remaja”

Tetangga Oh Tetangga

Sebuah masalah, belum tentu besar. Bisa jadi sudut pandangnya saja yang berbeda. 

Beberapa waktu lalu, aku tidak sengaja (yang akhirnya keterusan) membaca sebuah thread di X. Sebut saja A. Si A tinggal di sebuah perumahan. Namun karena juga memiliki usaha, A mengontrak sebuah rumah di blok yang berbeda. Di rumah A, tetangga-tetangganya sangat baik. Sayangnya di kontrakan usahanya, ada satu tetangga yang terkenal “menggemaskan”. A menyebutnya sebagai bude. Bude, sebenarnya tipe extrovert. Mudah sekali akrab dengan orang baru. Tapi ternyata ada sifat buruk si bude yang membuat kesal tetangga-tetangga di bloknya. Bahkan sifatnya itu sampai terdengar ke blok-blok lainnya. 

Lanjutkan membaca “Tetangga Oh Tetangga”

Bunga di Tanggal 14

“De, coba lihat setiap meja ada bunganya,” kata ibuku tadi malam. 

“Mereka merayakan valentine mah?” Cinta ikut bertanya. 

“Wah, mamah gak tau. Tapi lho mereka cuma dapat buket bunga. Riska sudah dapat bunganya ,” jawabku seraya mengangkat si anak bungsu, Bunga. 

“Ihhhhhhhh, mamah!” teriak Cinta.

Kemarin malam kami sekeluarga makan di restoran favorit. Dari sekian kali kunjungan, sangat jarang sekali kami harus reservasi. Apalagi kunjungan kami di lakukan di hari Jumat. Pernah dulu, kunjungan kami lakukan di malam Minggu. Kami baru dihubungi jam 9 malam. Ha-ha. Alhamdulillah, makanan cepat tersaji, jadi jam 10 malam kami pun sudah siap pergi. 

Lanjutkan membaca “Bunga di Tanggal 14”

Minus Mata Hilang, Kok Bisa?

“De, ibu tuh sering ngerasa pusing kalau kelamaan pakai kacamata. Ukurannya berubah atau framenya ya yang berat?” tanya ibuku suatu siang. 

“Bisa dua-duanya. Bukannya periksa kacamata sudah lama ya,” kataku.

“Kalau di RS iya. Sama kamu dulu. Tapi di optik, tiga bulan lalu,” jawab ibuku. 

“Di optik gk bisa jadi patokan sih. Karena petugasnya juga gak kasih jeda, antara kita habis periksa dengan alat dan tidak. Inget gk, masa riska pernah dicek matanya plus. Makanya waktu itu Rea sampe pastikan lagi. Masa iya, diusia yang masih kinyis-kinyis (halah) ini malah sudah plus,” jawabku. 

Lanjutkan membaca “Minus Mata Hilang, Kok Bisa?”

Teman Lama

Siapa yang suka menghindari teman lama, padahal tidak punya masalah apa-apa? Siapa yang lebih memilih menunggu sampai berhadapan baru menegur teman lama, daripada memilih untuk mendekati? Sama dong kayak aku. He-he. Tapi selain itu, aku memang belum berjodoh dengan teman-teman lama. 

Namun, pekan lalu aku bertemu salah satu sahabat saat kuliah. Kami bersahabat hampir 4 tahun. Yang membuat kami saling menjauh adalah sahabatku saat itu baru memiliki kekasih yang ternyata cemburu. Sebagai sahabat, aku tentu menjaga perasaan kekasihnya. Maka aku memutuskan untuk menjaga jarak. Ditambah lagi, aku saat itu sedang sibuk-sibuknya bekerja. Buat apa menambah beban drama persahabatan, toh. 

Lanjutkan membaca “Teman Lama”