Untuk Dirimu yang Sedang Tidak Baik-Baik Saja

“Kalau hidup terasa tidak adil, tidak apa-apa. Peluk dirimu sepenuh hati”

Ada hari-hari ketika kamu berusaha tersenyum, padahal di dalam dirimu ada sesuatu yang sulit dijelaskan.

Ada rasa yang saling bertabrakan: kamu mencintai seseorang, tapi di saat yang sama kamu pun terluka olehnya.

Kamu tidak ingin pergi, namun bertemu dengannya kadang terasa begitu melelahkan.

Lanjutkan membaca “Untuk Dirimu yang Sedang Tidak Baik-Baik Saja”

Bukan Menunda, Tapi Menyiapkan Diri

Kadang yang kelihatan menunda, sebenarnya cuma lagi nyiapin diri. Tentang perempuan, pilihan, dan waktu yang nggak harus sama — karena setiap orang punya jalannya sendiri untuk bahagia. 🌷

“Bu, lihat deh. Ini anak Balikpapan yang pernah Riska ceritain. Keren banget, sekarang dia tinggal di Jepang,” kataku sambil menunjukkan akun Instagram seorang model.

“Hebat ya. Sudah nikah?” tanya ibuku.

“Hmm, gak tahu. Tapi kalau dilihat dari postingan Instagram-nya sih belum,” jawabku.

“Kenapa ya, perempuan-perempuan sekarang lebih banyak yang menunda menikah?” tanya ibuku lagi.

Lanjutkan membaca “Bukan Menunda, Tapi Menyiapkan Diri”

Kesal Karena Kata-Kata

“Mah, tadi ketemu sama mamanya A?” tanya Cinta sepulang les Bahasa Inggris. 

“Iya,” jawabku singkat. 

“Terus ngobrol gak?” tanya Cinta lagi. 

“Gak sih. Kan lagi ngeliatin adik dan teman-temannya tampil, jadi nggak bisa ngobrol. Kenapa memangnya?” aku mulai penasaran, kenapa Cinta bertanya soal mamanya A. 

Lanjutkan membaca “Kesal Karena Kata-Kata”

Pedagang yang Disukai

Apa sih yang harus dimiliki para pedagang? Opini kali ini, tentu saja dari sudut pandang pembelinya. Rezeki sudah diatur oleh Allah SWT, itu pasti. Kita hanya perlu berusaha dan berusaha dan berdoa. 

Sebagai seorang pembeli, sebisa mungkin aku berusaha menempatkan diri sebaik mungkin. Tidak berlaku seenaknya. Buatku para penjual ini adalah penolong. Aku tidak bisa mengerjakan atau membuat sesuatu sendiri, maka serahkanlah pada mereka yang sudah ahli. Ha-ha. 

Pernah ingat nama restoran Karen’s Diner? Konsep restoran yang para stafnya dituntut untuk berbicara dengan nada tinggi ke pengunjungnya. Waktu awal mengetahui konsep restoran Karen’s Dinner di luar negeri, aku termasuk orang yang tidak bisa menerima konsep restoran seperti itu. 

Lanjutkan membaca “Pedagang yang Disukai”

Ketika Warga Kota Minyak Kesulitan Mencari BBM

Beberapa hari lalu, warga Balikpapan meradang. Bagaimana tidak, kota kesayangan yang terkenal dengan sebutan Kota Minyak, tiba-tiba warganya kesulitan mendapatkan BBM dengan jenis pertamax. 

Sejak isu Pertamax yang tidak sesuai dengan ketentuannya, banyak orang yang kembali menggunakan Pertalite. Tidak semua sih. Selain kendaraanya memang bukan tipe BBM Pertamax, juga banyak tipe pengendara yang malas antri. Yups, jalur Pertamax di SPBU cenderung sepi. Jadi kalau terburu-buru, Pertamax sajalah ya. 

Lanjutkan membaca “Ketika Warga Kota Minyak Kesulitan Mencari BBM”

Olahraga Di Rumah? Tenang Ada thefitfatloss.com

Berolahraga saat ini sudah menjadi gaya hidup yang banyak diminati. Pentingnya beraktivitas fisik sudah mulai disadari.

Aku mulai memaksakan diri untuk berolahraga di tahun 2011. Saat itu olahraga yang menjadi pilihanku adalah yoga dan pilates. Di tahun itu sebanyak 4 kali seminggu, aku selalu menghabiskan dua jam di studio olahraga sebelum berangkat untuk liputan. 

Lanjutkan membaca “Olahraga Di Rumah? Tenang Ada thefitfatloss.com”

Dari Benci Menjadi Cinta

Gambarkan satu perubahan positif dalam hidup Anda.

Dari benci menjadi cinta dengan olahraga. Riska kecil sampai remaja adalah anak yang sangat membenci olahraga. Kok bisa? Entahlah. Mungkin karena riska kecil adalah anak yang tubuhnya sangat kecil dan kurus. Seperti kurang gizi, dan tidak bertenaga. Apalagi saat mencoba menekuni olahraga, selalu ada yang kurang. Belum lagi saat itu suka dibandingkan dengan mbak yang tubuhnya besar dan sangat bertenaga. 

Untuk kategori anak kampung, aku juga sangat sedikit punya teman. Mungkin karena dulu anak yang tidak suka bermain di luar rumah cenderung aneh. Maklum dulu tidak kenal apa itu introvert. Pokoknya kalau tidak suka bermain di luar, dianggap anak yang sombong atau cupu. Makanya saat bermain atau olahraga bersama teman-teman sepantaran tampak sekali kurang bersemangat. 

Lanjutkan membaca “Dari Benci Menjadi Cinta”

Relawan Harus Dari Hati

Apa pekerjaan yang ingin Anda lakukan tanpa bayaran?

Tidak banyak profesi yang tersirat di otakku saat pertanyaan ini muncul. Namun, satu hal yang muncul di daftar teratas adalah relawan. Apakah relawan sebuah profesi? Sependek yang aku pahami, menjadi relawan tidak boleh dilakukan karena uang atau bayaran. Karena kebanyakan relawan yang aku temui, lebih ingin melakukan kebaikan atas dasar kemanusiaan. 

Menjadi seorang relawan harus berasal dari hati. Menjadi relawan artinya mengerjakan misi kemanusiaan. Sayangnya masih banyak yang menyalahgunakannya. 

Lanjutkan membaca “Relawan Harus Dari Hati”

Menu Lebaran

Opor ayam, rendang, ketupat, soto dan masih banyak lagi menu andalan yang disajikan setiap keluarga saat hari lebaran. Biasanya menu yang dipilih, identik dengan suku atau asal daerah si pemilik rumah. Dari sekian banyak menu tersebut, di rumahku selalu tersedia menu soto banjar dan ayam kari. 

Soto banjar ala ibuku, tentu tidak seautentik soto banjar yang asli. Sudah banyak sekali modifikasi rasa dan bahan yang ibu lakukan. Dan karena hal tersebut dilakukan puluhan tahun, aku sudah terbiasa. Malahan, suamiku yang baru menikmati soto ibu 10 tahun belakangan ini juga jauh lebih menyukai soto banjar buatan ibu dari pada soto banjar yang pernah kami makan di Banjarmasin beberapa tahun lalu. 

Lanjutkan membaca “Menu Lebaran”

Apakah Cita- Citamu Terwujud?

Ketika berusia lima tahun, apa cita-cita Anda bila dewasa nanti?

Sebagai anak generasi milenial, profesi idaman orang tuaku -ibuku tepatnya – adalah dokter, polisi, tentara, dan guru. Maka tidak heran setiap percakapan yang bersinggungan dengan cita-cita, ibuku akan berdoa anaknya memiliki salah satu profesi tersebut. 

Menjadi seorang dokter, saat itu selain butuh otak yang cerdas juga dibutuhkan biaya yang sangat besar. Tampaknya sampai sekarang pun kedua hal itu masih menjadi hal utama. Karena itulah, aku tidak pernah mengucapkan profesi dokter menjadi doaku. Aku mencoba realistis, karena selain kurang pandai, biaya menjadi dokter juga hampir tidak mungkin tersedia. Ha-ha. 

Di bangku SMP, aku sangat ingin menjadi seorang desainer. Rasanya ingin sekali bisa membuat pakaian yang lucu-lucu. Padahal, aku bukan anak yang dress up. Malah lebih seada-adanya. 

Lanjutkan membaca “Apakah Cita- Citamu Terwujud?”