Ibuku, Sahabat Terbaikku

Pernah berpikir akan bersahabat dengan ibu sendiri? Aku tidak. Aku memang mengidolakan ibu sejak kecil. Tapi tak pernah berpikir akan menjadikan ibu sebagai sahabat. Yang kupahami dulu, orangtua tidak bisa menjadi sahabat anaknya.

Saat SMA, aku pernah memiliki teman yang sangat akrab dengan ibunya. Awalnya aku hanya mendapatkan ceritanya dari teman-teman yang lain. Sampai suatu hari, aku berkesempatan untuk berkunjung dan melihat sendiri bagaimana temanku dan ibunya sangat akrab. Temanku tak pernah ragu menceritakan apapun  pada ibunya. Soal temannya, sekolah, bolos bahkan pacar-pacarnya. Ibunya? Mendengarkan dengan seksama dan sesekali mengolok anaknya. Seakan mereka sebaya. Meski begitu, temanku tak pernah kehilangan kesopanannya. Tetap terlihat jelas kasih sayang dan sopan santunnya ke ibu. Melihat itu, aku tentu saja iri.

Lanjutkan membaca “Ibuku, Sahabat Terbaikku”

Review Buku : Janji – Tere Liye

Kita semua adalah pengembara di dunia ini. Ada yang kaya, pun ada yang miskin. Ada yang terkenal, ternama, berkuasa, juga ada yang bukan siapa-siapa. Ada yang seolah bisa membeli apapun, melakukan apapun yang dia mau, hebat sekali. Ada yang bahkan bingung besok harus makan apa.

Itulah sepenggal cuplikan dibagian belakang cover buku. Saat melihat buku ini di rak toko buku, ada sedikit kesan horor. Kenapa? Karena ada gambar nisan. Aku menduga, ada sosok yang meninggal dalam ceritanya. Tapi kesan horornya tidak menakutkan, karena di dominasi oleh warna putih.

Review kali ini mungkin mengandung banyak spoiler. *sungkem*

Lanjutkan membaca “Review Buku : Janji – Tere Liye”

Zona O Pekan 2 : Dari Hexagon City Virtual Conference Lanjut ke Hexagon City Fair

Zona O pekan ke baru saja dilalui. Jika pekan lalu, hexagonia dibuat deg-degan, pekan ini dibuat agak santai. Setelah melalui Hexagon City Virtual Conference, aku sangat lega. Sehari setelahnya aku langsung curhat di blog. Tulisannya bisa di lihat di sini.

Lega, tentu saja. Bagaimana kalau gagal? Bagaimana kalau materi yang dibawakan tidak menarik? Bagaimana kalau nanti saat live terjadi trouble? Bagaimana kalau anak-anak tidak kooperatif? Bagaimana kalau suami tidak bisa menjaga anak? Bagaimana ini? Bagaimana itu? Dan masih banyak lagi. Pertanyaan-pertanyaan yang merajai, sirna sudah. Rasanya benang kusut, sudah terurai. Bahkan benangnya sudah rapi kembali.

Lanjutkan membaca “Zona O Pekan 2 : Dari Hexagon City Virtual Conference Lanjut ke Hexagon City Fair”

Pelajaran Manis

“Hei nyak, masih inget ini gak?” seorang teman mengirimkan pesan dan gambar melalui DM instagramku.

“Ya ampun, kangennya,” balasku.

“Pengin balik ya, ha-ha.” balasnya lagi

“Wkwkwkw.”

Gambar yang dikirimkan adalah kliping dari sebuah koran. Aku yang menulis artikelnya. Seketika aku kembali teringat pengalaman liputan beberapa tahun lalu.

Lanjutkan membaca “Pelajaran Manis”

Tips Agar Keluarga Makin Akrab

Memiliki keluarga besar yang tinggalnya satu kota sangat menyenangkan. Apalagi jika tempat tinggalnya mudah dijangkau. Frekuensi bertemu akan lebih sering terjadi. Meski begitu, untuk menjaga ke akraban antar keluarga perlu dilakukan beberapa hal. Agar hubungan kekerabatan tetap mulus seperti kain sutra yang halus.

Apa saja yang bisa dilakukan?

Lanjutkan membaca “Tips Agar Keluarga Makin Akrab”

Pengganti

“Bi, tolong dong buka kepala selang ini. Tabung gasnya mau di masukkan ke lemari,” kata ibuku pada adik ketiganya. Lelaki yang bedanya hanya enam tahun dengan ibuku ini aslinya bernama Agus. Tapi di kampung kami Abi akrab disapa Agus Bagong. Dan setelah memiliki anak 18 tahun lalu, panggilan pamanpun berubah menjadi Abi. Karena anaknya memanggil Abi. Kamipun mengikuti, untuk membiasakan anaknya. Bahkan anak-anakku dan anak kakak-kakakku juga memanggil yang sama. Jarang menyematkan kata embah di depannya.

Sejak aku kecil, abi adalah pengganti sosok bapak. Bapak sakit sejak aku umur 7 tahun. Beberapa perkerjaan rumah yang berat mau tidak mau dilimpahkan ke abi. Mengantar jemput sekolah, memperbaiki atap yang bocor, memperbaiki intalasi listrik di rumah. Pokoknya apapun.

Bahkan, sampai saat aku mengadakan resepi pernikahan abi dan umi istrinya yang menggantikan tempat ibu dan bapak. Sesuai permintaan ibu dan bapakku. Abi adalah sosok yang mirip embah. Terutama rasa sayangnya pada anak dan cucu-cucu. Jika anak-anakku sakit atua menangis, abi dengan sigap menghibur mereka. Mengajak jalan keliling kampung. Persis yang embah lakukan untukku dulu.

Jelajah Kota : Lampion Garden Samarinda

Kota Samarinda. Kota yang terkenal dengan sebutan kota tepian. Samarinda memang berada di tepian sungai Mahakam. Sungai terpanjang di Kalimantan Timur. Samarinda sendiri memiliki memiliki banyak sungai. Menurut wikipedia, ada 27 sungai alam di Samarinda.

Samarinda punya ciri khas sendiri. Di kota ini, kebudayaannya cukup kental. Meski berbahasa Indonesia, masyarakatnya biasa dengan logat banjar. Jadi kalau berkunjung ke Samarinda dan Kalimantan Selatan, hampir tidak ada bedanya.

Lanjutkan membaca “Jelajah Kota : Lampion Garden Samarinda”

Jangan Malas Buang Sampah

“Ih, ini pasti karena bapak jadi kayak gini!”

“Coba aja bapak gak gitu, pasti gak akan terjadi kaya gini!”

Ini, itu dan masih banyak ketidak berhasilan yang menurutku sumbernya dari bapak. Hingga suatu hari, beberapa tahun lalu, seorang teman berbagi pengalamannya setelah mengikuti sebuah kelas privat tentang pelepasan sampah batin. Ia bercerita ada banyak efek positif yang ia dan teman-temannya rasakan.

Lanjutkan membaca “Jangan Malas Buang Sampah”

Putih yang Jadi Pilihan

Sejak tahun lalu, suami sudah menyuarakan untuk mengecat rumah. Alasannya karena dinding rumah sudah tidak ada ruang berkreasi lagi. Alias penuh dengan coretan anak-anak. Ha-ha. “Yakin mau di cat? Anak-anak masih kecil lho. Dan kita berencana nambah satu anak lagi. Mungkin Cinta dan Rangga sudah berhenti menggambar di dinding. Adiknya nanti, kan gak tau,” kataku pada suami. Aku sendiri senang sih, kalau ada nuansa baru di rumah. Tapi juga memahami kondisi yang mungkin akan terjadi.

Lanjutkan membaca “Putih yang Jadi Pilihan”

Tragedi Paket

Pakeeet

Apakah tampak menyenangkan ketika mendengar kata-kata itu? Kebanyakan akan kegirangan mendapatkan notifikasi paket dari kurir. Tapi ada juga yang deg-degan. Takut dimarahin suami karena kemarin sudah ada paket yang datang. Atau tidak enak sama tetangga, karena sering dititipin paketan pas tidak ada di rumah. Atau semua pernyataan itu benar. Ha-ha.

Apappun yang kita check out dari keranjang belanja market place, pasti tidak sabar kita nanti. Aku termasuk yang beruntung, selalu bertemu kurir yang baik dan penyabar. Apapun ekspedisinya.

Lanjutkan membaca “Tragedi Paket”