Cerita ringan tentang kopi susu gula aren, selera yang berbeda, dan pelajaran kecil untuk jujur pada diri sendiri—bahwa tidak semua yang disukai banyak orang harus kita pilih.
“Sayang, kakak bawa kopi t**u,” kata suami sambil membuka pintu kamar.
Ia baru pulang dari Surabaya dan kali ini buah tangannya bukan oleh-oleh khas kota, melainkan sebotol kopi susu. Ha-ha.
Bukan karena istrinya penggemar kopi susu gula aren. Justru sebaliknya. Kopi itu titipan teman-teman kantor, dan entah bagaimana, aku ikut kebagian.
“Udah di dalam kulkas,” tambahnya.
“Oh ya? T**u apa?” tanyaku.
Di kotaku, merek kopi itu belum punya gerai. Aku hanya sering melihatnya lalu-lalang di media sosial—ditenteng orang-orang yang pulang dinas, dititipkan dengan penuh harap pada keluarga yang sedang bepergian.
Refleksi ringan tentang menjadi introvert di dunia yang ramai: kopi yang terlupa, telepon yang tak diangkat, dan keinginan kecil untuk tetap punya ruang sunyi sendiri.
Sebagai perempuan yang sering mengaku dirinya introvert, aku cukup sering berhadapan dengan aktivitas yang membuat napas harus ditarik lebih dalam dari biasanya.
Beberapa waktu lalu, aku mengiklankan sebuah kegiatan komunitas melalui WhatsApp Business milikku. Awalnya kukira semua akan berjalan biasa saja. Sampai aku baru sadar—terlambat—bahwa iklan itu ternyata terhubung dengan akun Facebook pribadiku.
Suka minuman manis, tapi khawatir dengan kalorinya? Atau memiliki penyakit diabetes, tapi belum bisa menghindari minuman yang manis? Hmm, gula jika dikonsumsi dengan takaran yang tepat, tentu tidak dilarang. Tapi terkadang, kita suka terlena kan.
Aku termasuk orang yang sangat menyukai minuman atau cemilan dengan rasa manis. Sayangnya, aku memiliki riwayat keluarga dengan kondisi penyakit diabetes. Maka, secara sadar diri aku harus mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
Cemilan masih bisa dihindari dengan mengurangi pembeliannya, ha-ha. Tapi bagaimana dengan minuman kopi? Jujur saja, ini adalah bagian yang lumayan berat. Hal pertama yang aku lakukan adalah memilih kopi yang less sugar. Secara bertahap, aku bisa sampai dititik minum kopi tanpa gula sama sekali.
Namun, saat mendekati waktu menstruasi, keinginan mengkonsumsi rasa manis ini jauh lebih kuat. Salah seorang dokter pernah berkata “Kalau sesekali ya gak apa-apa, tidak akan mengganggu sinyal tubuhmu kok. Tapi memang harus tetap berusaha. Atau kamu bisa mengkonsumsi pemanis nol kalori seperti stevia atau sejenisnya,” sarannya.
Atas saran tersebut, akupun mencoba membeli kedua stevia dengan ukuran yang paling kecil. Alasannya karena memang hanya untuk berjaga-jaga saja. Khawatirnya tidak habis malah expired.
Di Balikpapan, saat ini banyak sekali kedai kopi yang bisa dijadikan pilihan. Entah untuk sekadar nongkrong atau memang menikmati kopinya. Mau yang santai, pinggiran, ramai musik atau yang lumayan elit, juga banyak. Sobat Ngopi Balikpapan tinggal menyesuaikan dengan kantongnya saja.
Salah satu kedai kopi yang membuatku jatuh hati dengan kopinya adalah Kedai Hitam Manis atau akrab disapa Hitman. Aku lupa, Kedai Hitam Manis mana yang pertama kali aku kunjungi, tapi semenjak di Kedai Hitam Manis ada di kawasan Balikpapan Barat. Aku selalu membeli di sini.
Hampir di setiap coffee shop, selalu ada menu Americano yang tersedia. Baik yang disuguhkan dalam kondisi panas ataupun dingin. Apa bedanya dengan Espresso? Tentu saja berbeda. Americano merupakan espresso yang ditambahkan air lagi. Sehingga lebih encer daripada espresso. Bagaimana dengan Long Black? Dari banyak artikel yang pernah aku baca, Americano dan Long Black, sesungguhnya tidak jauh berbeda. Hanya pada namanya saja. Benar atau tidak, aku tidak tahu.
Dari beberapa artikel yang aku baca, Americano tercipta saat perang, para tentara Amerika tidak bisa menikmati espresso seperti orang eropa kebanyakan. Karena itu mereka menambahkan air ke dalam espressonya, sehingga rasa kopi yang diminum tidak terlalu pekat.
Butterscotch tampaknya sedang naik daun. Butterscotch latte memadukan rasa espresso dan lembutnya butterscotch. Varian ini lebih manis dan creamy dibandingkan dengan latte biasanya. Jadi yang suka ngopi tapi sukanya creamy dan rasanya lebih pas di lidah, bisa dijadikan pilihan. Bahan utama butterscotch adalah gula dan mentega. Aroma dan rasanya manis dan harum. Butterscotch sendiri bisa digunakan dalam berbagai sajian minuman. Jadi tidak hanya kopi.
Sekilas butterscotch dan karamel terlihat sama, berwarna coklat dengan tekstur yang agak kental. Selain rasanya yang berbeda, ternyata keduanya dibuat dengan bahan yang berbeda. Karamel adalah gula yang dipanaskan. Sedangkan butterscotch dibuat dari campuran vanila dan gula. Bahkan ada juga yang menambahkan lemon untuk memberikan rasa yang berbeda di butterscotchnya. Tak hanya itu, rasa manis pada butterscotch jauh lebih tinggi dibandingkan karamel. Masing-masing punya penggemarnya.
Kopi Kenangan nggak mau jadiin aku Duta Kopi Kenangan nih? Ha-ha, siapa elo!
Ramadan lalu Kopi Kenangan meluncurkan salah satu menu khas Ramadan yaitu blewah. Sayangnya karena aku tidak suka blewah menu yang satu ini tidak aku lirik sama sekali.
Nah, kemarin muncul beberapa varian baru lagi di aplikasi. Semua serba aren. Ada Creamy Aren Latte, Americano Aren, Matcha Aren Latte, dan Avocado Aren. Tentu saja aku nggak mau ketinggalan keseruan varian menu baru ini.
Menyambut bulan Ramadan, Kopi Kenangan mengeluarkan varian baru lho. Kali ini beberapa menu muncul dengan variasi blewah. Biar buka puasa makin segar kali ya. Tapi karena blewah bukan buah yang aku suka, maka varian baru ini tidak akan coba kucicipi. Ha-ha
Setelah berbulan-bulan lebih banyak memilih minum varian latte, aku membutuhkan sesuatu yang baru. Kenapa gak cari coffee shop lain? Alasannya sederhana, karena yang ada drive thru Kopi Kenangan dekat rumah. Aku bisa memesan lewat aplikasi dan tinggal ambil ke outletnya tanpa harus turun dari kendaraan.
Kalau ada yang mudah, kenapa pilih yang susah kan!
Yeay, sauce salted caramel Kopi Kenangan sudah kembali. Siapa yang suka ngopi tapi pengin ada rasa manis gurihnya. Nah, saus salted caramel bisa dijadikan pilihan. Saat awal dibukanya Kopi Kenangan Mantan di Balikpapan, menu yang selalu aku pilih adalah iced salted caramel machiatonya. Sayangnya pilihan salted caramelnya sempat menghilang. Caramel sausnya masih ada sih, tapi gak ada saltednya. Jadi cuma caramel machiato. Sama gak sih? Menurut lidahku sih beda. Aku pernah tanya ke baristanya “mas, masih ada gak sih salted caramel,”
“Ada bu,” jawab si barista. Tapi yang dikasih tetap aja caramel biasa. Komplen? Ya gak lah. Ha-ha.
Seteguk kopi, beberapa tahun silam tak kan pernah berhasil melewati tenggorokanku. Sakit kepala, jantung yang berdebar kencang dan sulit tidur adalah salah satu penyebab aku menghindarinya.
Namun sekarang sungguh bertolak belakang. Aku bukan pencinta kopi. Tapi kopi ternyata mampu mengajakku menyepi sejenak, di tengah keriuhan anak-anak.