Belajar sesuatu yang baru sering kali terasa seperti perjalanan panjang. Ada proses, latihan, dan tentu saja kesabaran. Karena itu, ketika sebuah tahap berhasil dilewati, rasanya menyenangkan sekali jika ada momen kecil untuk merayakannya.
Beberapa hari lalu, Cinta mengadakan selebrasi karena berhasil naik level di tempat les bahasa Inggrisnya. Setiap kali murid naik level, tempat les ini memang mengajak anak-anak menikmati momen tersebut dengan sebuah selebrasi kecil.
Sebelum-sebelumnya, Cinta selalu tampil dengan mempresentasikan sesuatu dengan bahasa Inggris. Begitu juga dengan teman-temannya yang lain. Namun sudah tiga level terakhir ini, selebrasi dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Yang aku suka, orang tua selalu dilibatkan dalam kegiatannya. Jadi bukan hanya menonton performa anak-anak saja, tapi juga ikut terlibat dalam tugas akhir mereka.

“Cinta, choose your special day. From Monday until Sunday. If you are confused, you can choose Friday, Saturday, or Sunday. You have to write the time, what you do, and how you go there,” kata guru Cinta menjelaskan tugasnya.
Tugasku adalah menjadi teman diskusi Cinta. Setelah ia menuliskan rencananya, aku akan bertanya jawab tentang kegiatan yang ia tulis di setiap jamnya.
“What day did you choose?” tanyaku pada Cinta.
“Saturday,” jawabnya singkat.
“Why? I think during Ramadan we rarely go anywhere. Usually it’s just school, home, Bu Desy’s house, and here,” kataku lagi.
“It’s okay. Just imagine it,” jawab Cinta santai.
Ha-ha.
Meski tugas kelompok kali ini mengarang sebebas-bebasnya, kami—atau tepatnya aku—cukup menikmati momen selebrasi ini. Apalagi di level ini, murid di kelas Cinta hanya berdua saja. Rasanya hampir seperti les privat.
Sayangnya, di level selanjutnya Cinta harus berpisah dengan temannya. Keluarganya akan pindah ke Qatar.
Hu-hu-hu.
Namun mungkin begitulah perjalanan belajar. Ada teman yang datang, ada juga yang harus pergi melanjutkan perjalanan di tempat lain.
Yang terpenting, setiap langkah kecil tetap layak dirayakan. Karena dari langkah-langkah kecil itulah anak-anak perlahan tumbuh, belajar, dan menemukan kepercayaan dirinya.