Broken Strings adalah salah satu buku yang tidak pernah kurencanakan untuk kubaca di awal tahun 2026. Kalau bukan karena kekuatan media sosial, mungkin aku tidak akan pernah tahu bahwa buku ini diterbitkan. Bahkan, kisah yang dituliskan Aurelie Moeremans ini sama sekali tidak pernah terbayang akan ada—apalagi dibagikan ke ruang publik.
Awalnya aku ragu untuk mulai membaca. Banyak komentar yang mengatakan tidak sanggup menyelesaikannya. Bahkan sejak halaman awal, penulis sudah memberi peringatan: jika merasa terpicu, pembaca disarankan berhenti dan memberi jeda. Peringatan itu justru membuatku semakin takut.
