Komet (Unedited Version) – Tere Liye, Setiap Hari Ada Ujiannya

Setelah mengetahui dari Batozar kalau Si Tanpa Mahkota akan pergi ke Klan Komet, Raib, Sely dan Ali segera memberi tahu Av, Miss Selena dan yang lain. Klan Bulan, Matahari dan Bintang segera melakukan pertemuan. Mereka harus segera memutuskan, akan melakukan apa nantinya. 

Di klan Matahari, pertemuan dilakukan. Ternyata festival bunga matahari kembali dilakukan. Hanya saja, kedatangan tiga sahabat kali ini dilakukan saat penutupan. Di mana para peserta akan memetik bunga matahari. 

Lanjutkan membaca “Komet (Unedited Version) – Tere Liye, Setiap Hari Ada Ujiannya”

Milkbun, Roti Sobek dengan Toping Susu yang Melimpah

“Jangan suruh aku bikin yang lagi viral itu ya! Aku mau persiapan bikin tester kue kering!”

Tulis salah satu teman SMAku yang berprofesi baker. Saat membacanya aku mencoba menerka-nerka, apa sih kue yang lagi viral? Cromboloni, kayaknya dia sudah pernah open PO. Setelah mencari informasi ke sana kemari, ternyata yang dimaksud adalah Milkbun. Kenapa juga aku gak tanya langsung sih! Ha-ha. 

Lanjutkan membaca “Milkbun, Roti Sobek dengan Toping Susu yang Melimpah”

Ibu Sakit, Yuk Nikmati

Sedih rasanya, kalau anak-anak apalagi yang masih bayi, jatuh sakit. Rasanya ingin sekali memindahkan rasa sakitnya ke orang dewasa. Bukan tanpa alasan, anak-anak kerap kesulitan mengekspresikan rasa sakit yang dirasa. Jadi kalimat keinginan memindahkan rasa sakit adalah hal yang biasa aku dengar. 

Tapi bagaimana saat orang dewasa yang sakit. Terutama mamanya. Duh! Yakin deh, langsung gonjang-ganjing itu rumah! Benar kan! Kan! Kan! Kan! 

Lanjutkan membaca “Ibu Sakit, Yuk Nikmati”

Hai, Aku…

Hai, aku riska. Sebagian teman memanggilku dengan panggilan Betet, Mak Riska atau Mak Cin. Jelas, berbeda lingkaran pertemanan, maka nama panggilanku pun berbeda. Perbedaan ini membuatku lebih mudah mengingat, bertemu dengan mereka di waktu kapan. 

Hanya saja, sejak dulu aku selalu mengenalkan diri dengan namaku sendiri. Pernah, saat baru punya satu anak dan lingkaran pertemananku banyak terhubung dengan ibu-ibu baru, aku membiasakan diri menyebut sebagai Mak Cin. Tapi ternyata, aku sendiri tidak merasa nyaman ketika memperkenalkan diri dengan embel-embel nama anak. Rasanya itu bukan aku. Apalagi bertahun-tahun sebelumnya, inisial nama penaku pun tidak jomplang dari nama asliku. Maka aku makin merasa aneh. 

Lanjutkan membaca “Hai, Aku…”

Ceroz & Batozar – Tere Liye, Bertemu Sekutu

Ceros & Batozar adalah buku ke 4,5 serial Bumi. Ini agak membingungkan ya! Soalnya kalau mengikuti keterangan di akhir cerita Bintang, kita akan diberitahu kalau seri selanjutnya berjudul Komet. Sebelum memutuskan membeli seri selanjutnya, aku googling dulu. Lho, kok ada Ceros & Batozar. 

Lanjutkan membaca “Ceroz & Batozar – Tere Liye, Bertemu Sekutu”

Air oh Air

Belakangan suhu di Balikpapan dan sekitarnya sangat panas. Matahari tampak ada 5, padahal hanya 4. Eh, apa sih! 

Musim kemarau atau hujan, tampaknya kurang berlaku di sini. Jika di pulau Jawa, musim hujan akan hujan terus atau sebaliknya, di Balikpapan dan sekitarnya belum tentu. Bisa jadi karena kami dekat dengan garis khatulistiwa. Di saat seperti ini, kesulitan air akan sering terjadi. Ya, sudah sejak lama pasokan air PDAM selalu mendapatkan kendala. Debit waduk kurang, atau kebocoran-kebocoran di beberapa titik kerap jadi alasan. Kadang capek sendiri mikir, apalagi sih yang rusak. Ha-ha. 

Lanjutkan membaca “Air oh Air”

Bintang – Tere Liye, Misi Penting Menyelamatkan Klan Permukaan

Bintang, judul buku keempat dari serial Bumi. Kali ini tiga sahabat kembali berpetualang ke klan Bintang. Mereka membawa misi penting setelah di buku sebelumnya menguak rahasia di klan Bintang. 

Raib, Sely dan Ali akhirnya mengetahui kalau para petinggi klan Bintang mau memusnahkan klan permukaan. Klan Bumi, klan Matahari dan klan Bulan. Jika Bintang yang kita lihat selama ini hidup di atas langit, klan Bintang malah sebaliknya. Mereka semua hidup di dalam perut Bumi. Hmmm, kok aneh. Ya namanya juga cerita gengs! 

Lanjutkan membaca “Bintang – Tere Liye, Misi Penting Menyelamatkan Klan Permukaan”

Narcissistic Personality Disorder – Moon Nina, Kisah Nyata Perjuangan Istri

Tidak ada satu orangpun yang ingin gagal, termasuk dalam pernikahan. Aku yakin, setiap pasangan pasti ingin menjalani pernikahannya dengan bahagia. Tapi bagaimana, kalau kebahagiaan itu hanya diusahakan oleh satu orang saja. Bagaimana kalau ternyata berjuang itu bukan bersama-sama, apakah pernikahan itu tetap bisa berakhir bahagia? 

Nina ibu dari empat anak yang masih kecil-kecil. Sejak awal pernikahan, Nina sudah merasa ada yang mengganjal. Namun ia selalu berusaha untuk melihat dari sudut pandang yang positif. 

Saat PO buku ini, berhadiah totebag dengan quote penyemangat.
Lanjutkan membaca “Narcissistic Personality Disorder – Moon Nina, Kisah Nyata Perjuangan Istri”

Matahari (unedited version) – Tere Liye, Gejolak Jiwa Muda

Gejolak masa muda memang menantang. Makanya tidak perlu heran, saat banyak anak muda melakukan hal-hal yang menantang. Buat kaum yang udah harus pakai retinol, tantangan anak-anak muda, remaja terutama, bikin elus dada. 

Nak, kami pernah muda. Udah deh yang gak usah neko-neko. Ha-ha. 

Salah satu contohnya, aku di saat usia 16 tahun akan biasa saja mengendarai kendaraan di kecepatan 40-60 km/jam. Kalau sekarang, sudah usia matang ditambah punya anak, kecepatan 40 km/jam itu sudah sangat menantang. Makanya anak-anak kerap kali membandingkan cara berkendaraanku dengan papahnya. Kok jauh sekali bedanya. 

Ya itu, faktor usia dan statusku yang menjadi seorang ibu. Ada banyak pertimbangan yang bukan untuk diriku sendiri. Betul gak ibu-ibu? 

Eh ini, mau ngomongin buku kan? *sungkem* 

Lanjutkan membaca “Matahari (unedited version) – Tere Liye, Gejolak Jiwa Muda”

Bulan (Unedited Version) – Tere Liye, Jalan-Jalan ke Matahari

Bulan, buku kedua dari seri Bumi karya Tere Liye. Setelah berbulan-bulan tidak bertemu dengan Miss Keriting alias Miss Selena, Ra, Sely dan Ali mulai uring-uringan. Mereka bertanya-tanya, apa saja yang sedang dilakukan Miss Selena, Ilo, Av dan yang lain. Ali bahkan meminta Ra dan Sely membuat sedikit keributan agar orang-orang klan Bulan datang mengunjungi mereka. 

Lanjutkan membaca “Bulan (Unedited Version) – Tere Liye, Jalan-Jalan ke Matahari”