Target Membaca 2024

Pokoknya harus baca buku! Sebulan minimal 1 buku! Dahlah, baca buku anak aja, yang penting ketemu buku! Ahhh, pokoknya banyak banget alasan yang akhirnya membaca itu jadi agenda kesekian.

Aku yang dulu bisa menyelesaikan satu buku setiap hari, tampak jauh berbeda sekali dengan saat ini. Terutama saat aku baru menjadi ibu. Keluarga pasti yang utama ya. Tapi ternyata aku lupa, kalau membaca buku adalah salah satu sumber kebahagiaan untuk diriku sendiri. Kembali meletakkan membaca di prioritas atas, terutama membuat emosiku jauh lebih terarah. 

Lanjutkan membaca “Target Membaca 2024”

Duta Pemuda, Kembangkan Bakat dan Potensi Diri

Duta Wisata, Duta Pemuda, Duta Anti Narkoba, hmmm Duta apalagi nih? Pastinya banyak ya! Kegiatan seperti duta-duta ini, tentu memberikan kegiatan positif buat anak-anak muda. Biasanya mereka-mereka yang aktif dalam kegiatan sejenisnya, memiliki visi dan misi ke depan. Bukan hanya untuk mereka sendiri, tapi juga lingkungan sekitarnya. 

Salah satu sepupuku, punya keinginan kuat mengikuti ajang tersebut. Ia pun rajin mencari informasi. Saat lulus SMA, barulah dia benar-benar fokus untuk mencoba mendaftar. Salah satu kesempatan yang belum lama ia ikuti adalah Duta Pemuda. 

Lanjutkan membaca “Duta Pemuda, Kembangkan Bakat dan Potensi Diri”

Komet Miror (Unedited Version) – Tere Liye, Pencarian Pusaka Pemburu

Setelah bertualang di Klan Komet, sampailah ketiga sahabat di penghujung ujian. Setelah sampai di Pulau Hari Minggu ketiga sahabat ini ditipu habis-habisan oleh Max, yang ternyata adalah si Tanpa Mahkota. Ketiga remaja ini terikat tali perak. Tidak bisa bergerak. Semakin bergerak maka tali perak akan semakin kencang mengikat mereka. 

Tanpa sepengetahuan Ra dan Seli, Ali yang selama ini menyimpan cermin berbentuk berlian milik Batozar mengeluarkan dari sakunya. Batozar yang berada di seberang cermin, sedang asyik melukis. Ia menyadari kalau pemegang cermin di seberang butuh bantuannya. Ia pun segera menuju cermin seberang. 

Lanjutkan membaca “Komet Miror (Unedited Version) – Tere Liye, Pencarian Pusaka Pemburu”

Milkbun, Roti Sobek dengan Toping Susu yang Melimpah

“Jangan suruh aku bikin yang lagi viral itu ya! Aku mau persiapan bikin tester kue kering!”

Tulis salah satu teman SMAku yang berprofesi baker. Saat membacanya aku mencoba menerka-nerka, apa sih kue yang lagi viral? Cromboloni, kayaknya dia sudah pernah open PO. Setelah mencari informasi ke sana kemari, ternyata yang dimaksud adalah Milkbun. Kenapa juga aku gak tanya langsung sih! Ha-ha. 

Lanjutkan membaca “Milkbun, Roti Sobek dengan Toping Susu yang Melimpah”

Ibu Sakit, Yuk Nikmati

Sedih rasanya, kalau anak-anak apalagi yang masih bayi, jatuh sakit. Rasanya ingin sekali memindahkan rasa sakitnya ke orang dewasa. Bukan tanpa alasan, anak-anak kerap kesulitan mengekspresikan rasa sakit yang dirasa. Jadi kalimat keinginan memindahkan rasa sakit adalah hal yang biasa aku dengar. 

Tapi bagaimana saat orang dewasa yang sakit. Terutama mamanya. Duh! Yakin deh, langsung gonjang-ganjing itu rumah! Benar kan! Kan! Kan! Kan! 

Lanjutkan membaca “Ibu Sakit, Yuk Nikmati”

Ceroz & Batozar – Tere Liye, Bertemu Sekutu

Ceros & Batozar adalah buku ke 4,5 serial Bumi. Ini agak membingungkan ya! Soalnya kalau mengikuti keterangan di akhir cerita Bintang, kita akan diberitahu kalau seri selanjutnya berjudul Komet. Sebelum memutuskan membeli seri selanjutnya, aku googling dulu. Lho, kok ada Ceros & Batozar. 

Lanjutkan membaca “Ceroz & Batozar – Tere Liye, Bertemu Sekutu”

Narcissistic Personality Disorder – Moon Nina, Kisah Nyata Perjuangan Istri

Tidak ada satu orangpun yang ingin gagal, termasuk dalam pernikahan. Aku yakin, setiap pasangan pasti ingin menjalani pernikahannya dengan bahagia. Tapi bagaimana, kalau kebahagiaan itu hanya diusahakan oleh satu orang saja. Bagaimana kalau ternyata berjuang itu bukan bersama-sama, apakah pernikahan itu tetap bisa berakhir bahagia? 

Nina ibu dari empat anak yang masih kecil-kecil. Sejak awal pernikahan, Nina sudah merasa ada yang mengganjal. Namun ia selalu berusaha untuk melihat dari sudut pandang yang positif. 

Saat PO buku ini, berhadiah totebag dengan quote penyemangat.
Lanjutkan membaca “Narcissistic Personality Disorder – Moon Nina, Kisah Nyata Perjuangan Istri”

Anak Sakit? Aku Saja Deh!

Anak sakit, aku saja deh! Yakin deh banyak ibu yang sedih melihat anaknya sakit. Inginnya ibu saja yang merasakan. Karena biasanya saat anak-anak sakit, mereka tidak menyampaikan dengan baik yang mereka rasakan. Ini Kebanyakan akan memilih diam saja. Kalaupun ada keluhan, tidak jelas apa yang ingin disampaikan. Ini terutama terjadi pada anak-anak yang usianya di bawah 5 tahun.

Lanjutkan membaca “Anak Sakit? Aku Saja Deh!”

Pengalaman (Yang Mungkin) Menyeramkan

“Mah, kenapa sih mama carikan Cinta sekolah yang dekat kuburan. Kan serem?” kata Cinta suatu pagi.

“Dekat? Masa sih? Perasaan mama jauh deh. Lagi pula, kita bisa gk lewat kuburan kok,” jawabku.

“Iya mah, tapi tetap aja seram, karena Cinta lihat,” kata Cinta lagi.

“Eh, tapi kan rumah kita juga dekat kuburan. Malah lebih dekat lagi dari pada sekolah kita,” kataku mengingatkan.

“Iya tapi gak keliatan ma. Kalau sekolah beda,” Cinta masih bersikeras.

“Kan sekolah juga gak keliatan,” kataku lagi.

“Pokoknya beda. Cinta gak paham kenapa mama suka banget sama daerah sekolah Cinta. Dekat kuburan, dikelilingi hutan, sepi, kalau berangkat sekolah pagi udaranya dingin. Mana kadang masih ada kabutnya,” cerocosnya.

Lanjutkan membaca “Pengalaman (Yang Mungkin) Menyeramkan”

Penggunaan Bahasa Sehari-Hari

Sebagai orang yang besar dan lahir di Balikpapan, aku termasuk orang yang hanya bisa bahasa Indonesia. Padahal, sejak sekolah teman-temanku banyak yang berasal dari suku jawa, madura, bugis dan banjar. Suku-suku yang memang mudah ditemui di kota minyak ini. 

Namun, kebanyakan teman-teman sekolahkupun menggunakan bahasa Indonesia. Yang masih kental berbahasa daerah, hanya orang tua mereka. Teman-temankupun, akan berbahasa daerah, saat diajak ngobrol orang tuanya.

Lanjutkan membaca “Penggunaan Bahasa Sehari-Hari”