Ada satu fase dalam membersamai anak yang ternyata tidak mudah: menahan diri untuk tidak terlalu ikut campur. Bukan karena kita tidak peduli, justru karena terlalu peduli, kita sering ingin semuanya berjalan sempurna.
Padahal, mungkin yang anak butuhkan bukan hasil yang sempurna, melainkan ruang untuk mencoba, gagal, dan bangga atas usahanya sendiri.
“Oii, sudah kerjain tugas TIK? Progress seni rupa gimana?” Sebuah pesan WhatsApp masuk ke smartphone-ku. Aku menarik napas sejenak.
Lanjutkan membaca “Belajar Percaya pada Proses Anak”