Review Teka-Teki Rumah Aneh: Tidak Seram, tetapi Bikin Penasaran

Sebuah denah rumah yang terlihat biasa ternyata menyimpan banyak kejanggalan. Teka-Teki Rumah Aneh tidak terlalu menyeramkan, tetapi berhasil membuatku ingin terus membaca hingga halaman terakhir.

Sebuah email rekomendasi buku minggu ini tak sengaja aku buka dari Gramedia.com. Biasanya, email rekomendasi buku selalu aku abaikan karena buku-buku yang direkomendasikan tidak sesuai dengan kriteria bacaan yang aku suka.

Namun, judul buku Teka-Teki Rumah Aneh tiba-tiba menarik perhatianku.

Kok agak serem, ya!

Sampul buku Teka-Teki Rumah Aneh karya Uketsu

Buku yang ditulis oleh Uketsu ini diterjemahkan oleh Eri Pramesningtyas. Jadi, bisa dimaklumi kalau gaya penulisannya tidak seperti novel Indonesia yang biasa kubaca.

Satu hal yang tidak aku sukai hanyalah nama-nama Jepang yang sulit kuingat. Aku termasuk orang yang tidak mudah menghafal nama. Bertemu dengan banyak nama orang Jepang, aku jadi semakin malas mengingat-ingatnya.

Buku ini mengisahkan tentang penulis yang dimintai pendapat oleh temannya mengenai sebuah rumah yang ingin dibeli. Sekilas, tidak ada yang aneh dari denah rumah tersebut. Bahkan, temannya sangat tertarik dengan rumah itu. Ia ingin segera membelinya dan pindah ke sana.

Namun, ia merasa ada sesuatu yang aneh. Sebuah perasaan yang tidak bisa dijelaskan.

Ternyata, di Jepang, saat sebuah rumah atau bangunan dijual, penjual atau pengembang akan menunjukkan denah rumahnya. Dengan begitu, calon pembeli bisa mengetahui bentuk dan tata ruang rumah tersebut.

Rumah dua lantai yang ingin dibeli oleh teman penulis sebenarnya tidak menunjukkan keanehan yang langsung terlihat. Namun, saat penulis memperhatikan denahnya, ia menyadari ada sesuatu yang ganjil pada susunan ruangan di lantai dua.

Karena rasa penasarannya, penulis kemudian membagikan kejanggalan tersebut di sebuah forum internet. Dari sanalah ia mendapatkan banyak informasi yang justru membuatnya semakin penasaran.

Ternyata, ada rumah lain yang juga memiliki keanehan pada denahnya.

Membaca novel ini pada malam hari sebenarnya tidak terlalu menakutkan. Namun, rasa penasaranku terus bertambah. Rasanya ingin segera menyelesaikan novel ini dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Di akhir cerita, berbagai informasi akhirnya dibagikan. Tapiiiiii, ternyata masih ada banyak pertanyaan di dalam otakku yang belum terjawab.

Meski begitu, menurutku buku ini tetap layak direkomendasikan. Terutama untuk kamu yang suka cerita misteri dengan alur yang membuat penasaran. Buku ini memang tidak terlalu menakutkan, tetapi keanehan pada denah rumah dan informasi yang muncul satu per satu cukup membuatku ingin terus membaca sampai selesai.

Apalagi, cara ceritanya disajikan melalui denah, percakapan, dan potongan informasi membuat pengalaman membacanya terasa berbeda dari novel misteri yang pernah kubaca.

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

Tinggalkan komentar