Sebuah denah rumah yang terlihat biasa ternyata menyimpan banyak kejanggalan. Teka-Teki Rumah Aneh tidak terlalu menyeramkan, tetapi berhasil membuatku ingin terus membaca hingga halaman terakhir.
Sebuah email rekomendasi buku minggu ini tak sengaja aku buka dari Gramedia.com. Biasanya, email rekomendasi buku selalu aku abaikan karena buku-buku yang direkomendasikan tidak sesuai dengan kriteria bacaan yang aku suka.
Namun, judul buku Teka-Teki Rumah Aneh tiba-tiba menarik perhatianku.
Review buku Aku yang Telah Lama Hilang karya Nago Tejana. Sebuah buku psikologi yang mengajak pembaca mengenali diri sendiri, berdamai dengan ketakutan, dan memahami kesehatan mental.
Aku yang Telah Lama Hilang adalah buku karya Nago Tejana, M.Psi., Psikolog. Sebelumnya aku sempat melihat buku ini di deretan etalase Gramedia. Tertarik? Dari judulnya sih iya. Tapi kalau melihat cover depannya, justru tidak terlalu.
Kenapa? Karena covernya menampilkan seorang pria berdasi yang sedang menenteng tas kerja. Dari raut wajahnya terlihat begitu lelah.
Tentang cinta, takdir, dan waktu yang tak pernah benar-benar adil
Sebagai tim happy ending garis keras, aku sungguh kesal dengan akhir ceritanya. Bukan semata karena kisah ini tidak berakhir bahagia—tapi karena rasanya… MASIH BISA DILANJUTIN WOY! Serius. Tanganku gatal ingin nyeret penulisnya sambil bilang, “Ini belum selesaiii!”
Pagi Ayub Bahtera jatuh cinta pada seorang gadis bernama Chalanthee. Usia mereka terpaut tiga tahun—Pagi lebih muda. Bagi banyak orang, jarak itu saja sudah cukup untuk meragukan. Ditambah lagi, keduanya hidup dalam ikatan adat istiadat yang begitu kental, yang membuat hubungan ini terasa mustahil sejak awal. Seolah semesta sendiri berkata: jangan.
Tapi sebagai pembaca yang sudah terlanjur sayang, aku cuma bisa bilang: aku mau maksa. T_T
Aplikasi A, B, C dan masih banyak lagi yang terinstal di smartphone kita. Dipakai? Boleh jadi hampir semuanya kita gunakan. Tapi tidak sedikit juga yang mangkrak. Misalnya nih aplikasi mobile JKN. Mau dihapus tapi kok sesekali dibutuhkan saat harus ke puskesmas.
Di tengah gempuran aplikasi-aplikasi ini, ternyata aku tergoda dengan Gramedia Digital. Tentu saja aplikasi ini sangat-sangat membantuku. Membaca buku jauh lebih mudah, saat ereader lupa dibawa. Apalagi kalau ebook di Playbook tidak tersedia, coba deh cari di Gramedia Digital, mungkin ada.