Review Buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya : Belajar Memproses Emosi dengan Sadar

Review buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya karya dr Andreas Kurniawan, Sp.KJ. Buku psikologi yang mengajak pembaca belajar memproses emosi dan menyadari setiap pilihan dalam hidup.

Melanjutkan buku sebelumnya yang berjudul Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring, kali ini aku membaca buku kedua berjudul Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya. Gak salah baca kok, judulnya memang sepanjang itu. Jika sebelumnya aku merasa seperti bergabung di klub berduka, di buku kedua ini aku belajar untuk memproses emosi.

Di awal-awal buku, aku tertarik dengan bagian yang menjelaskan bahwa manusia punya kemampuan berdiskusi dengan dirinya sendiri. Aku menyadari bahwa selama ini aku memang sering mengajak ngobrol diri sendiri. Hanya saja, pertanyaan yang aku ajukan ke diri sendiri sering kali tidak terarah. Ha-ha.

Belajar memproses emosi lewat buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya karya dr Andreas Kurniawan, Sp.KJ.
Lanjutkan membaca “Review Buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya : Belajar Memproses Emosi dengan Sadar”

Aku Pikir Aku Baik-Baik Saja, Ternyata Itu Coping — Cut Vivia Talitha

“Buku ini tidak membuatku berlari lebih cepat, tapi membuatku menjalani hari dengan lebih sadar.”

Buku yang Membuatku Lebih Sadar Menjalani Hari

Ada beberapa orang di sosial media yang rasanya menyenangkan untuk diikuti. Bukan karena hidupnya terlihat sempurna, tapi karena cara mereka berbagi terasa hangat dan dekat. 

Salah satunya adalah Cut Vivia Talitha. Aku mengenalnya lewat kalimat khasnya,
“Selamat datang di luar kelas.” Dan memang, dari sana aku merasa sedang diajak belajar banyak hal di luar sekolah, di luar teori, dan di luar hal-hal yang selama ini terasa biasa saja.

Vivia cukup sering membagikan buku-buku yang ia baca. Dan entah sejak kapan, gara-gara itu juga aku mulai tertarik membaca buku selain novel. Makanya sejak akhir tahun lalu, aku mulai banyak melirik buku-buku tentang psikologi.

Buku Aku Pikir Aku Baik-Baik Saja, Ternyata Itu Coping karya Cut Vivia Talitha. Tentang coping mechanism, lelah yang tidak disadari, dan belajar menjalani hari dengan lebih sadar.
Lanjutkan membaca “Aku Pikir Aku Baik-Baik Saja, Ternyata Itu Coping — Cut Vivia Talitha”

Nggak Apa-Apa Kalau Sedih Nangis Aja: Review Buku tentang Inner Child

Review buku Nggak Apa-Apa Kalau Sedih Nangis Aja, buku psikologi yang mengajak pembaca mengenal inner child, memahami luka masa kecil, dan belajar merespons kehidupan dengan lebih bijak.

Ada satu hal yang membuatku selalu tertarik membaca buku-buku psikologi: keinginan untuk mengenal diriku sendiri lebih jauh. Rasanya seru sekali mencari tahu bagaimana pengalaman masa kecil membentuk diri kita hari ini.

Apakah aku memiliki trauma masa kecil?

Mungkin saja.

Namun sampai saat ini aku belum pernah benar-benar mencari tahu secara mendalam dengan psikolog secara langsung.

Maka membaca buku-buku seperti ini terasa seperti langkah kecil yang bisa kulakukan. Setidaknya agar aku bisa lebih memahami diriku sendiri—dan semoga saja tidak menjadi orang tua yang toxic bagi anak-anak.


Kadang kita membaca buku psikologi bukan untuk mencari jawaban tentang orang lain, tapi untuk mengenal diri kita sendiri.
Lanjutkan membaca “Nggak Apa-Apa Kalau Sedih Nangis Aja: Review Buku tentang Inner Child”