Melanjutkan buku sebelumnya yang berjudul Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring, kali ini aku membaca buku kedua berjudul Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya. Gak salah baca kok, judulnya memang sepanjang itu. Jika sebelumnya aku merasa seperti bergabung di klub berduka, di buku kedua ini aku belajar untuk memproses emosi.
Di awal-awal buku, aku tertarik dengan bagian yang menjelaskan bahwa manusia punya kemampuan berdiskusi dengan dirinya sendiri. Aku menyadari bahwa selama ini aku memang sering mengajak ngobrol diri sendiri. Hanya saja, pertanyaan yang aku ajukan ke diri sendiri sering kali tidak terarah. Ha-ha.
