Review Buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya : Belajar Memproses Emosi dengan Sadar

Review buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya karya dr Andreas Kurniawan, Sp.KJ. Buku psikologi yang mengajak pembaca belajar memproses emosi dan menyadari setiap pilihan dalam hidup.

Melanjutkan buku sebelumnya yang berjudul Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring, kali ini aku membaca buku kedua berjudul Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya. Gak salah baca kok, judulnya memang sepanjang itu. Jika sebelumnya aku merasa seperti bergabung di klub berduka, di buku kedua ini aku belajar untuk memproses emosi.

Di awal-awal buku, aku tertarik dengan bagian yang menjelaskan bahwa manusia punya kemampuan berdiskusi dengan dirinya sendiri. Aku menyadari bahwa selama ini aku memang sering mengajak ngobrol diri sendiri. Hanya saja, pertanyaan yang aku ajukan ke diri sendiri sering kali tidak terarah. Ha-ha.

Belajar memproses emosi lewat buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya karya dr Andreas Kurniawan, Sp.KJ.

Buku ini menceritakan tentang Lalin, seorang perempuan yang awalnya datang ke dr Andreas hanya untuk meminta obat tidur. Namun, seiring berjalannya waktu, Lalin justru melanjutkan sesi konsultasinya. Tidak hanya Lalin dan dr Andreas, orang-orang terdekat Lalin dari masa lalu juga merasakan perubahan yang lebih baik. Lalin kembali terhubung dengan orang-orang yang sebelumnya dianggap tidak peduli padanya.

Membaca buku dr Andreas ini membuat aku semakin menyukai buku-buku psikologi. Berbeda dari buku psikologi lain yang sebelumnya aku baca, buku ini membuat aku merasa seperti diajak masuk ke dalam ruang praktiknya. Ikut mendengarkan dan menjawab sesi konsultasi Lalin.

Lucunya, meski sangat ingin menyelesaikan buku ini dengan cepat, aku tidak bisa melakukannya. Selain karena sibuk dengan kehidupan, buku ini memang gak bikin aku ingin menyelesaikannya dengan tergesa-gesa. Baca, resapi, mikir bentar, balik ke halaman sebelumnya, lalu lanjut lagi.

Aku kembali ke halaman sebelumnya bukan karena lupa dengan isi yang sudah dibaca, tetapi karena beberapa bagian membuat aku berpikir ulang sebelum melanjutkan. Apalagi ketika ada halaman yang mengajak pembacanya bertanya kepada diri sendiri. Aku bisa membaca dan menjawab pertanyaan itu sampai lebih dari tiga kali.

Ada banyak bookmark yang aku berikan di buku ini. Saking banyaknya, aku sampai bingung mau memilih yang mana. Ha-ha.

Salah satu bagian yang cukup membuatku ingin tetap menjalani hari dengan sadar adalah kalimat berikut:

“Maka, berhentilah untuk melihat suatu pilihan sebagai baik dan buruk. Cobalah untuk melihatnya sebagai pilihan yang disadari atau tidak disadari. Sadarilah bahwa inilah yang lebih mungkin kita kendalikan. Menyadari pilihan kita.”

Oh iya, membaca kata pengantar dan ucapan terima kasih di buku ini ternyata tidak seperti buku-buku kebanyakan. Aku merasa keduanya seperti bagian dari buku yang tidak terpisahkan. Pembuka dan penutup yang patut diberi dua jempol.

Judul Buku : Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya
Penulis : dr Andreas Kurniawan, Sp.KJ
Terbit : 2025
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

Tinggalkan komentar