Emosi Ibu dan Rasa Menyesal

Sebuah refleksi emosi seorang ibu—dari pagi yang penuh semangat, ledakan emosi di siang hari, hingga penyesalan saat malam tiba. Belajar memahami diri dan mencari cara menyalurkan emosi dengan lebih sehat.

Menjadi ibu sering kali terasa seperti naik roller coaster emosi. Ada hari-hari ketika semuanya terasa ringan dan menyenangkan. Namun di hari yang lain, emosi bisa datang tanpa permisi—bahkan dari hal-hal kecil yang sebelumnya tampak sepele.

Aku yakin bukan hanya aku yang pernah mengalaminya. Tapi untuk kali ini, aku bercerita tentang diriku sendiri.

Ibu mana yang di pagi harinya tenang, tapi tiba-tiba siang harinya meledak?

Lalu di malam hari menyesal saat menatap anak-anak yang sudah tertidur pulas?

Aku.

Iya, aku.

Belajar memahami diri dan mencari cara menyalurkan emosi dengan lebih sehat.
Lanjutkan membaca “Emosi Ibu dan Rasa Menyesal”

Ketika Aku Pernah Terlalu Bersemangat Mengkampanyekan ASI

Dari fase idealistis hingga belajar merangkul, tentang perjuangan, empati, dan perjalanan sebagai ibu.

Kadang hidup mempertemukan kita kembali pada bagian diri yang pernah begitu menyala. Lewat undangan kecil. Lewat notifikasi yang tampak biasa saja.

“Eh, ada undangan zoom nih,” kata Mbak Yona. Salah satu temanku di komunitas. Meski komunitas ini sudah lama sekali vakumnya, grup pengurusnya tidak pernah bubar. Mungkin karena secara emosional, kami masih saling terikat. Namun untuk menjalankan visi dan misinya, tidak lagi sekuat dulu.

“Aku juga dapat undangan nih,” sahutku. Tampaknya undangan diberikan kepada kami yang berstatus admin WAG. Ha-ha.

Pikiranku kembali melayang ke beberapa tahun lalu.

Lanjutkan membaca “Ketika Aku Pernah Terlalu Bersemangat Mengkampanyekan ASI”