Rutinitas Pagi

Rutinitas pagi sederhana yang membantu seorang ibu menikmati waktu sendiri, menjaga energi, dan menjalani hari dengan lebih tenang.

Menjadi ibu membuatku memahami satu hal: ternyata waktu tenang itu terasa sangat mewah. Bukan karena sulit dicari, tapi karena hampir setiap waktu selalu ada yang membutuhkan perhatian kita.

Mungkin itu sebabnya banyak ibu memilih menikmati kesunyian di waktu-waktu yang tidak biasa. Ada yang begadang setelah anak-anak tidur, ada yang menikmati kopi di ruang tengah, dan ada juga yang memilih bangun jauh lebih pagi sebelum rumah mulai ramai.

Lalu apakah itu berlaku buatku? Hmm, tampaknya tidak. Sepertinya, aku termasuk tipe yang terakhir.

Aku memilih bangun jauh lebih pagi agar bisa menikmati kesunyian di pagi hari. Itulah sebabnya, menjelang Isya biasanya aku sudah mulai mengantuk. Ha-ha.

Entah kenapa, suasana pagi terasa jauh lebih menenangkan buatku. Rumah masih redup, udara masih dingin, dan isi kepala rasanya belum terlalu ramai.

Seperti kebanyakan ibu lainnya, aku juga menikmati waktu sendiri lewat hal-hal kecil yang membuat hati terasa nyaman dan lebih ringan menjalani hari.

Jurnal

Menurutku, mengisi jurnal harian memang paling enak dilakukan saat hati sedang tenang. Jadi segala keluh kesah bisa benar-benar keluar sebagaimana mestinya.

Kalau sekadar menulis singkat sih tidak masalah. Tapi rasanya energi negatif yang ingin dikeluarkan jadi tidak tuntas.

Membuat jadwal harian

Di antara banyak to do list, membuat jadwal harian adalah salah satu hal yang tidak pernah mau aku lewatkan.

Karena kalau tidak dibuat, biasanya selalu ada saja aktivitas yang terlupakan. Kalau tidak penting sih mungkin tidak masalah. Tapi kalau ternyata penting dan mendesak, kan jadi repot juga ya.

Mengecek kalender pribadi, keluarga, dan pekerjaan

Sebenarnya aktivitas ini masih berkaitan dengan jadwal harian. Tapi aku tetap selalu mengecek ulang kalender pribadi, keluarga, dan pekerjaan.

Karena kadang bukan janji kerja yang harus diingat, tapi justru jadwal sekolah anak-anak. Gak lucu juga kan kalau sudah siap mengantar ke sekolah, ternyata hari itu jadwal belajar di rumah. Ha-ha.

Workout + jalan kaki

Nah, kalau yang ini termasuk agenda paling penting dan mendesak yang harus aku selesaikan.

Aku lebih suka meletakkan jadwal workout di pagi hari supaya siang dan sore tidak terlalu grasak-grusuk. Karena kalau olahraga dipindah ke sore, biasanya selalu ada saja hal lain yang datang dan akhirnya mengganggu suasana hati juga.

Padahal melengkapi cincin aktivitas harus dilakukan dengan hati yang bahagia. Biar energi positif yang didapat juga terasa lebih banyak.

Ngopi

Kalau yang ini sih sebenarnya tidak wajib ya. Tapi entah kenapa selalu saja ada alasan untuk menikmati segelas ice americano. Ha-ha.

Setiap ibu punya cara sederhana untuk menjaga dirinya sendiri. Ada yang memilih rebahan, ada yang suka berkebun, ada yang menikmati skincare-an tanpa gangguan, dan ada juga yang bahagia hanya karena bisa menyeruput kopi dalam suasana rumah yang masih sepi.

Dan ternyata, di tengah rumah yang setiap harinya ramai, seorang ibu tetap perlu ruang kecil untuk kembali mendengarkan dirinya sendiri. 

Karena pada akhirnya, ibu juga tetap manusia yang perlu jeda. Perlu ruang untuk bernapas. Perlu waktu untuk mendengar isi kepalanya sendiri. Dan tidak apa-apa kalau kebahagiaan itu hadir lewat hal-hal sederhana. Selama hati terasa lebih ringan setelahnya, mungkin memang itu yang dibutuhkan. 

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

Tinggalkan komentar